Bupati Kunjungi SMAN 2 dan SMK I

Bupati Martin rantan diserbu siswa siswi SMAN 2 untuk foto bersama usai memberikan pengarahan kepada peserta didik baru
Bupati Martin rantan diserbu siswa-siswi SMAN 2 untuk foto bersama usai memberikan pengarahan kepada peserta didik baru.

KETAPANGNEWS.COM– Bupati Ketapang Martin Rantan SH bersama Asisten II Setda Farhan SE.ME, Kadis Pendidikan Drs, H Jahilin, dan SKPD lainnya kemarin kembali melakukan road show mengunjungi SMA negeri 2 Ketapang, dimana Bupati Martin Rantan saat itu melontar pertanyaan kepada siswa-siswi dan yang berhasil menjawab mendapat uang Rp 100 ribu.

Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang baik dan berakhlak mulia, maka Bupati mengingatkan siswa- siswi dalam aktivitas sekolah, dirumah maupun dilingkungan.

“Pertama kita semua harus takut dengan Tuhan, karena tuhan mengajarkan kebaikan cinta terhadap sesama dan semua agama mengajarkan kebaikan supaya kunci masuk surga dan berbuat baiklah didunia hingga mendapat surga di akhirat kelak, “ kata Bupati Jumat (21/7).

Bupati menuturkan, yang kedua jangan melawan orang tua, ketiga tidak boleh melawan guru.

“Jangan sekali sudah jadi Bupati, polisi, tentara melihat guru pun tidak mau, “ uajr Bupati.

Ke empat kata Bupati tidak boleh melawan pimpinan, kelima jangan melawan orang yang punya uang, apa yang pernah di sampaikan Presiden Gusdur bahwa kawan seribu orang terasa kurang, tetapi musuh satu orang terlalu banyak.

Ada hal yang unik terjadi ketika Bupati Martin Rantan SH memberikan pencerahan kepada para peserta didik baru yang sedang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dilaksanakan disekolah-sekolah.

Dan pertanyaan Bupati yang ke-lima ini dilontarkan kepada siswa-siswi, siapa lagi yang tidak boleh kita lawan, tanya Bupati kepada siswa siswi ? merekapun berebut mengacung tangan untuk menjawab, ada seorang siswa yang langsung berlari kedepan dan menjawab pertanyaan tersebut.

Dengan yakin Dia menjawab “ Yang tidak boleh dilawan adalah orang mati “ katanya dengan tenang, sontak seluruh yang hadir tertawa, dengan jawaban siswa tersebut.

Namun jawaban itu dinyatakan salah oleh Bupati, kemudian mereka berebut kembali mengacungkan tangan untuk menjawab pertayaan tersebut, satu persatu mereka maju ada lagi yang menjawab Pak Bupati yang tidak boleh dilawan, ada yang menjawab takdir yang tidak boleh dilawan, jawaban- jawaban nyeleneh para siswa-siswi tersebut membuat riuh pagi itu.

Demikian juga ketika Bupati mengingatkan para remaja akan bahaya pergaulan bebas bagi masa depan mereka, dimana pada yang pada usia labil, mereka harusnya terus melanjutkan sekolah, tetapi karena pacaran melakukan sex bebas berakibat hamil sehingga mereka harus keluar dari sekolah dan menikah.

“Jangan kalian pergi sendiri untuk belajar pulang malah berdua, atau pulang bertiga,“ kata Bupati.

Dimasa usia sekolah siswa- siswi yang memasuki masa remaja harusnya belajar dengan giat supaya menjadi para generasi penerus kedepannya, bukan malah terhenti akibat pacaran melakukan sex bebas, yang akhirnya membuat malu keluarga.

Khusus kepada remaja putri Bupati mengingatkan jangan pacaran melakukan sex bebas dan kepada siswa putra Bupati mengingatkan, jika melakukan sex bebas dengan anak dibawa umur, bukan hanya menjadi masalah keluarga, tetapi juga ada sanksi pidana penjara yang menanti.

Selanjutnya Bupati meyampaikan pesan Pemerintah sebagai siswa-siwi yang sudah sekolah usia ini begitu rentan tidak stabil, mudah dipengaruhi mudah dirasuki hal-hal yang menyesatkan.

Hal yang menyesatkan dimaksud Bupati seperti paham-paham radikalisme yang mengajarkan kebencian, kekerasan,sehingga antara suku saling membenci, antara agama saling membenci.

“Paham- paham tentang mengajarkan kencian jangan di ikuti ,“ tegas Bupati.

Selanjutnya dunia menyatakan perang terhadap narkoba, siswa- siswi jangan mudah dipengaruhi dengan napza, atau narkoba, karena jika sudah mengkonsumsi nakoba otaknya sudah eror, apalagi kalau sudah ketergantungan membuat orang yang keracunan narkoba akhirnya bisa merampok dan bisa membunuh.

Bupati Martin Rantan juga memuji SMAN 2 yang telah mengukir banyak prestasi, oleh karenanya Dia berpesan agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan baik prestasi dibidang akademisi, bidang seni dan bidang lainnya.

Selanjutnya dalam pergaulan para siswa siswi jangan minder, jangan ada siswa-siswi yang merasa eklusif, terutama ada yang dari desa atau pedalaman, disebutkan Bupati banyak anak desa yang suskes diatara Presiden Soekarno dari Belitar, Presiden Soeharto dari desa Kemusuk dan Bupati sendiri dari desa Tumbang Titi.

“Itulah contoh- contoh anak desa yang giat dan berhasil,” tutup Bupati (adv/dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.