Cegah Karhutla, Patroli Terpadu Terus Digalakkan

Manggala Agni 1
Pelepasan Tim Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kerja Manggala Agni Daops Ketapang

KETAPANGNEWS.COM – Mengingat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan sekedar persoalan penegakan hukum dan kondisi alam, melainkan berkaitan dengan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat, untuk itu kegiatan Patroli Terpadu Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla terus dilakukan meskipun kondisi curah hujan masih terjadi.

Sekretaris Brigdalkar Provinsi Kalbar, Sahat Irawan Manik, SH mengatakan, patroli terpadu oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Cq. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dimana Manggala Agni ditunjuk sebagai koordinator setiap tim di lapangan dengan menggunakan Sumber Anggaran DIPA Dit. PKHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2017.”Patroli Pencegahan Terpadu Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan telah dilaksanakan secara rutin selama 2 tahun terakhir ini,” ungkapnya, Selasa (18/7).

Manggala Agni 2
Arahan Kepala Manggala Daerah Operasi Ketapang dalam Kegiatan Pelepasan Tim Patroli Terpadu.

Ia melanjutkan, dalam patroli dilapangan, tim gabungan sendiri terdiri dari 3 personil Manggala Agni, 1 personil TNI (Bhabinsa), 1 personil POLRI (Bhabinkamtibmas) dan 1 orang masyarakat yang berada di sekitar desa sasaran  menggunakan 3 unit kendaraan bermotor. yang mana kegiatan yang terus dilaksanakan, dinilai memang dapat mengurangi resiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta juga mampu menekan sebaran titik panas (hotspot) di lokasi dan wilayah sasarannya.

Selain itu, kegiatan patroli terpadu merupakan wujud dari sinergisitas para pihak dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan khususnya di Provinsi Kalimantan Barat, yang mana melalui patroli terpadu diharapkan masalah-masalah yang timbul akibat bencana asap seperti penundaan penerbangan, terganggunya proses belajar siswa dan masalah kesehatan masyarakat bisa di minimalisir.

Manggala Agni 3
Acara serupa juga dilakukan di Wilayah Kerja Manggala Agni Daerah Pontianak

“Untuk tahun ini, kegiatan patroli terpadu lebih ditekankan pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang resiko bahaya kebakaran serta memancing keikutsertaan masyarakat dalam upaya–upaya yang berkenaan dengan Pengendalian Karhutla,” akunya.

Sementara itu, Kepala Daops Manggala Agni Ketapang, Rudi Windra Darisman menjelaskan, patroli terpadu juga diharapkan dapat menyerap informasi baik berupa saran dan masukan dari masyarakat berkaitan dengan dengan kemajuan dan perubahan positif guna peningkatan kapasitas dan kualitas kegiatan serupa ke depannya.

“Kegiatan ini serentak dilaksanakan di 3 provinsi rawan Karhutla diantaranya Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kalbar, yang mana khusus di Kalbar Patroli terpadu dilaksanakan pada 60 desa rawan Karhutla yang tersebar di 5 Daerah Operasi Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat,” terangnya.

Apel Manggala Agni
Pelepasan Tim Patroli Terpadu di Wilayah Kerja Pontianak.

“Diantaranya Daops Pontianak sebanyak 13 Desa Rawan karhutla yang tersebar di Kabupaten Kubu raya, Landak, Mempawah dan Kota Pontianak, Daops Singkawang sebanyak 11 Desa tersebar di Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas, Daops Sintang sebanyak 15 Desa tersebar di Kabupaten Sintang, Sanggau, dan Melawi, kemudian Daops Semitau sebanyak 9 Desa tersebar di Kabupaten Kapuas Hulu serta Daops Ketapang sebanyak 13 Desa tersebar di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara,” lanjutnya.

Ia berharap patroli terpadu yang dimulai pada 18 Juli hingga 30 hari kedepan dapat menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, selain masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran terutama didaerah rawan terbakar.

“Selain diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, masyarakat kita imbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan terutama di daerah gambut yang rawan akan karhutla,” tukasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.