
KETAPANGNEWS.COM, KKU – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyelenggarakan Sosialisasi dan Tausiyah Pencegahan Kenakalan Remaja, Kamis (27/7) di Sukadana.
Kegiatan yang di ikuti beberapa instansi pemerintahan, Tim penanggulangan kenakalan remaja dan para pelajar tersebut dibuka langsung oleh Bupati melalui Sekretaris Daerah (Sekda) KKU, Hilaria Yusnani.
Dalam sambutannya, Hilaria mengatakan, masa remaja merupakan masa dimana seseorang mencari jati diri, hal baru dan rasa ketetarikan sebuah sesuatu yang baru, baik itu ketertarikan dengan lawan jenis, pakaian dan hal lainnya yang sedang trend.
“Masa remaja adalah masa dimana seseorang mulai bisa beridola, yakni mulai bisa tertarik akan sesuatu yang telah ada di dalam fikirannya,” kata Hilaria.
Namun diakui Hilaria, banyak hal yang dicontoh para remaja ini ke hal negatif. Sehingga tidak jarang banyak remaja yang terjerumus dan berdampak pada melunturnya nilai kebudayaan timur dan nilai keagamaan.
“Generasi muda sudah kehilangan takaran iman untuk bisa menepis pengaruh budaya luar yang merusak kepribadian kita sebagai bangsa. Generasi muda kita banyak kehilangan arah dan tersesat dalam area sangat berbahaya. Ironisnya cenderung hanya menggunakan nafsu,” timbalnya.
Diperparah lagi, lanjutnya, saat ini budaya asing yang tidak sesuai dengan norma negara mulai menggerogoti budaya Indonesia. Ditambah lagi masuknya budaya luar ini terlalu bebas dan dipertontonkan oleh para artis-artis di televisi. Sehingga dicontoh dan diterapkan kaula muda masa kini.
“Begitu mudahnya budaya asing masuk tanpa adanya upaya pencegahan serius. Sehingga mengakibatkan banyaknya budaya asing negatif masuk di negara ini. Padahal jelas budaya ini tidak cocok danmerugikan lantaran merusak moral generasi penerus,” ucapnya.
Begitu pula dengan kemajuan teknologi saat ini, selain memberikan dampak positif, diakuinya juga memberikan dampak negatif. Karena di era saat ini, seluruh masyarakat, bahkan remaja hingga anak kecil sangat mudah mengakses internet. Terlebih tontonan tidak layak untuk dilihat sangat mudah di buka atau diakses di internet.
“Perkembangan internet dan ponsel berteknologi tinggi terkadang sangat berbahaya bila disalah gunakan. Misalnya menonton video porno, berbagai jenis jaringan sosial yang menguras waktu belajar mereka,” ungkapnya.
Dari itu, ia menghimbau kepada seluruh orangtua dan para remaja yang hadir untuk dapat bersama-sama membentengi diri. Terutama dari segala pengaruh buruk dalam pergaulan.(absa).