
KETAPANGNEWS.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Junaidi SP mengatakan bahwa PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) merupakan perusahaan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Ia meyakini keberadaan WHW AR ini mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi kemajuan Indonesia, khususnya Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
“Kami yakin dengan adanya WHW AR, perusahaan ini mampu berkontribusi melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang ada. Serta dapat mewujudkan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat mandiri melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Junaidi SP di Ketapang, Rabu (19/7).
Menurut Junaidi, dengan adanya pabrik pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina (alumina refinery), WHW AR telah membuat Kalimantan Barat mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat untuk proyek strategis nasional.
Pembangunan alumina refinery ini juga merupakan wujud nyata pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara yang mengatur mengenai pelarangan ekspor biji mentah, sehingga perusahaan wajib membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian.

Sementara itu, Public Relations WHW AR, Hen Roliya mengungkapkan, WHW AR tetap berkomitmen melakukan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Dari 2700 an jumlah pegawai yang ada di WHW AR ini, sebagian besar berasal dari Kendawangan, Ketapang dan Kalimantan Barat,” kata wanita yang akrab disapa Liya ini.
Dijelaskan Liya, pada masa pra konstruksi, WHW AR mengirim sekitar 125 tenaga lokal yang bergabung di program Management Trainee ke Tiongkok khusus untuk belajar mengenai teknologi alumina refinery yang akan diterapkan di WHW AR.
“Kini, mereka yang awalnya tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan mengenai teknologi alumina refinery, kami tempatkan di bagian-bagian strategis dalam proses produksi kami,” pungkasnya.(adv/absa).