
KETAPANGNEWS.COM – Selain dikeluhkan susah didapat sejak H-1 lebaran, harga tabung gas elpiji ukuran 3 Kg di Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong melambung naik. Semula yang harganya berkisar Rp 19 sampai Rp 20 ribu per tabung, kini tembus di angka 25 ribu.
“Kemarin sempat susah didapatkan, kini sudah ada sebagian pengecer yang menjual. Tapi harganya Rp 25 ribu per tabung,” kata Atika (25) salah satu warga Kauman, Sabtu (1/7).
Meski dengan harga tak seperti biasa, diakui Atika, dirinya tetap membeli. Pasalnya, tabung gas tersebut merupakan suatu kebutuhan. Terlebih di Kauman sendiri diungkapkan dia, rata-rata setiap rumah menggunakan kompor gas.
Menurut dia, melonjaknya harga tabung elpiji ukuran 3 Kg lantaran pengecer juga mengambil dengan harga tinggi. Sehingga berpengaruh juga pada harga yang dijual kepada masyarakat.
“Kemungkinan lain yakni karena susah didapat, makanya mempengaruhi harga yang saat ini tembus Rp 25 ribu,” timpalnya.
Padahal diakuinya, berdasarkan informasi yang ia dapat, untuk stok elpiji di Ketapang hingga usai lebaran cukup. Artinya, jika cukup sudah barang tentu harganyapun ikut normal.
“Tapi faktanya, dua hari lalu susah didapatkan, kalaupun sekarang sudah ada sebagian yang menjual, tapi harganya tinggi,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya mengharapkan, instansi terkait untuk mengambil langkah kongkrit. Sehingga stok dan harga elpiji di Ketapang berjalan normal. Meskipun ada perbedaan harga, namun tidak terlalu jauh perbedaannya.
Susah didapatkannya elpiji ukuran 3 Kg juga disampaikan pemilik akun FB Ozan Fauzan melalui komentarnya di Pans Fage Ketapangnews.com, dituliskan dia, kejadian tersebut bukan hanya terjadi di Kelurahan Kauman, melainkan di Desa Tanjung Baik Budi dan Tempurukan Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) juga sulit didapat.
“Bukan hanya di Kauman, dari tempururkan sampai Tanjung Baik Budi pun, susah dicari,” tulisnya.(absa).