
KETAPANGNEWS.COM – Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Ketapang, Raden Abdillah menyikapi keluhan masyarakat mengenai truk mengangkut barang melebihi kapasitas.
Raden mengatakan, selain dilakukan penertiban solusi lain bisa dilakukan dengan mengaktifkan jembatan timbang yang ada di Ketapang tepatnya di Desa Siduk dekat perbatasan Kabupaten Kayong Utara.
“Jembatan timbang kita harapkan agar bisa diaktifkan,” katanya Jumat (7/7).
Menurutnya, jadi truk yang melintasi jalur bisa melewati dan petugas bisa mengecek apakah truk melebihi kapasitas atau tidak, kalau tidak berfungsi truk-truk pasti leluasa melintas.
Terlebih Kata Raden di Ketapang banyak pelaku usaha termasuk salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit sehingga banyak truk pengangkut barang atau pengangkut buah sawit melintasi jalan di Ketapang yang angkutannya kadang-kadang secara kasat mata melebihi kapasitas yang ada.
Ia menuturkan, selain menertibkan truk yang kelebihan kapasitas, antisipasi lainnya truk yang masuk dari arah KKU atau atau luar Kota Ketapang harusnya diperiksa melalui jembatan timbang.
“kalau ada yang lebih kapasitas dibongkar kalau tidak silahkan lanjutkan perjalanan, untuk itu jembatan timbang harus difungsikan dulu,” ucapnya.
Menurutnya, jika dibiarkan terus-terusan maka truk mengangkut barang melebihi kapasitas tentu dapat merusak jalan bahkan dapat memicu terjadinya laka lantas di jalanan.
“Kalau bisa tidak ada lagi truk over kapasitas melewati jalan Ketapang,” harapnya.
Ia menambahkan, kalau mereka lewat jalan perusahaan silahkan saja, kalau jalan pemerintah rusak mereka tidak mau memperbaiki dan yang merasakan dampaknya masyarakat bukan perusahaan atau pelaku usaha.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Ketapang, Joko Prastowo mengaku kalau di Ketapang sendiri sudah memiliki jembatan timbang, namun jembatan timbang bukan kewenangan pihaknya melainkan kewenangan provinsi dan saat ini belum berfungsi.
” Kami pernah beberapa kali menyinggung dan menyampaikan persoalan ketingkat provinsi agar ada tindak lanjut dari pembangunan jembatan timbang yang sudah ada,” ungkapnya.
Ia mengaku, jika kewenangan di pihaknya pasti diusahakan segera difungsikan.
“Kan sayang sudah dibangun tapi belum difungsikan, namun sampai sekarang memang belum ada pelimpahan kewenangan dari provinsi ke kita juga,” pungkasnya. (dra).