
KETAPANGNEWS.COM – Pimpinan Bank Cabang di Ketapang melakukan pertemuan dengan Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, di Mapolres Ketapang, Senin (24/7). Pertemuan ini membahas terkait kerjasama konektifitas kamera pengawas (CCTV) milik Bank ke Polres serta rencana launching aplikasi Panic Button Ketapang.
Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, mengatakan, pihaknya berencana untuk memasang sejumlah kamera pengawas di sejumlah titik di Ketapang. Saat ini, sudah 7 kamera yang terpasang di sejumlah titik di dalam kota. Pemasangan diutamakan di persimpangan jalan.
“Sudah terpasang 7 unit dan sudah berfungsi,” kata Kapolres Senin (24/7).
Menurut Kapolres, jumlah tersebut akan terus bertambah, selain di persimpangan, pemasangan juga akan dilakukan di titik-titik yang dianggap rawan laka lantas dan tindak kriminal. Untuk di Bank-Bank, Polres berkerjasama dengan pihak Bank. Pihak Bank yang membeli dan memasang sendiri.
“Kita hanya meminta untuk disambungkan ke Polres,” jelasnya.

Oleh karena itu, untuk membahas hal itu, Kapolres memanggil seluruh pimpinan Bank yang ada di Ketapang untuk membahasnya bersama. Tujuannya untuk mempermudah pengawasan. Terlebih lagi penyidikan jika ada tindak kejahatan.
“Karena kebanyakan kasus pencurian dengan modus pecah ban dan pecah kaca itu diawasi oleh pelaku,” ucapnya.
Kapolres meminta kepada pihak Bank agar memasang kamera pengawas di beberapa titik di Bank. Di antaranya di ATM dan bagian luar Bank. Selain pihak Bank, polisi juga mengundang pemilik Toko Mas, mereka juga diminta untuk memasang kamera pengawas.
“Ini gratis. Tidak ada dipungut sepeserpun. Kita hanya meminta kamera pengawas yang terpasang itu connect ke Polres,” ungkapnya.
Kapolres juga meminta kepada pihak Bank dan pemilik toko mas untuk membeli kamera yang memiliki spesifikasi sesuai dengan milik Polres, atau paling tidak memiliki resolusi tinggi dan bisa terhubung ke Call Center di Mapolres Ketapang.
“Tidak hanya Bank dan toko emas, masyarakat yang punya CCTV juga bisa di-connect-kan dengan kita. Itu malah lebih bagus,” ujarnya.
Ia berharap, rencana pemasangan kamera pengawas di semua titik ini dapat terlaksana dengan cepat. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.
“Jika semuanya sudah terpantau, orang segan untuk melakukan kejahatan. Kalaupun terjadi kejahatan, mudah untuk mengungkapnya,” katanya.
Kapolres menuturkan, pemasangan kamera pengawas ini murni dari dana yang dimiliki Polres serta swadaya masyarakat. Sampai saat ini, Pemda Ketapang belum terlibat di dalamnya, meskipun sebelumnya pihak Polres sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Ketapang.
Selain memasang kamera pengawas, Polres Ketapang juga meluncurkan aplikasi Panic Button Ketapang. Aplikasi ini merupakan tombol bantuan yang terhubung langsung ke Polres Ketapang. Masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini secara gratis. Aplikasi ini dapat diunduh di Play Store atau App Store.
“Bagi yang membutuhkan bantuan aparat bisa langsung menekan tombol ini di HP sebanyak tiga kali. Di Call Center akan berbunyi. Anggota langsung memberikan bantuan dengan menghubungi anggota kita yang paling dekat dari lokasi yang meminta bantuan. Siapa yang paling dekat akan kelihatan di monitor Call Center,” ujar Sunario.
Ia menambahkan, seluruh anggota Polres yang berjumlah 572 orang akan dikoneksikan dengan aplikasi ini. Kapolres berharap pihak Bank, toko mas dan yang rawan terjadi kejahatan dapat menggunakan aplikasi ini.
“Masyarakat umum juga kami persilakan menggunakan aplikasi Panic Button Ketapang ini,” pungkas Kapolres. (dra).