
KETAPANGNEWS.COM-Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kabupaten Ketapang masa bhakti 2017-2022 dikukuh Drs. H. Ria Norsan, MM, MH Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Kalimantan Barat.
Pengukuhan pengurus daerah IPHI Kabupaten Ketapang dilakukan pada hari Sabtu (15/07) di aula Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. Pengukuhan Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Ketapang dihadiri Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.
Bupati Ketapang menilai keberadaan IPHI sangat penting dan strategis. Sebab, IPHI memiliki potensi yang sangat besar. Dengan jumlah anggota yang banyak dan tersebar di berbagai lapisan masyarakat, IPHI harusnya mampu menjadi sarana pemersatu umat. Ia yakin keberadaan pengurus IPHI Kabupaten Ketapang akan lebih banyak berperan dengan sosok pengurus yang relatif muda.
Ketua Pengurus Daerah IPHI Ketapang yang dilantik diantaranya, Ketua adalah H.Muhamad Zulkarnaen, dan Sekretaris adalah H.Rasmidi.bPelantikan pengurus IPHI Ketapang yang dihadiri juga mantan anggota DPR-RI, Gusti Syamsumin, serta Syech Husein Ali Jabber.
Sementara Ketua IPHI Kalimantan Barat, Drs. H Ria Norsan, MM, menyebutkan IPHI mempunyai peran dalam menjaga kemabruran haji. Haji mabrur itu bisa dilihat dalam sikap dan kiprahnya seusai haji. Tidak saja shaleh secara individual, tapi juga menjadi muslim yang punya keshalehan sosial. Usai pelantikan Pengurus Daerah IPHI Ketapang dilanjutkan dengan halal bihahal di Masjid Agung Al – Ikhlas dengan mendengarkan ceramah dari Syech Husien Ali Jabber.
Tausiyah dihadiri ribuan jemaah. Sebelum Syech Husein Ali Jabber menyampaikan tausiyah, Ketua IPHI Kalbar juga menyampaikan sambutan. Ia menguraikan pentingnya mengingatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai bekal setelah kematian.
Demikian juga sambutan Bupati Ketapang yang diwakili Sekda Ketapang Drs H.M.Mansyur M.Si. Dalam tausiyah yang disampaikan Syech Husein Ali Jabber yang juga adik Syech Ali Jabber dipaparkan tentang kuncinya ahli surga.
Apalagi sebelumnya disampaikan oleh Ketua IPHI Kalbar yang mengingatkan, akan kematian. Sangatlah jarang dalam pergaulan sehari-hari kita diingatkan akan setelah kematian. Jika diingatkan akan kematian apakah kita siap
dan bekal sudah ada. Selain menmgiongatkan akan ibadah di bulan Ramadhan, mudah-mudahan amalan baik kita terus berlanjut.
Seperti tetap membaca Al Quran, memperbanyak sholat dan lain sebagainya. Jangan sampai kita hanya rajin beribadah pada bulan Ramadhan saja. Demikian juga dengan amalan ibadah lainnya. Pentingnya amal baik dan hati yang bersih dikupasnya secara panjang lebar.
Apalagi salah satu jaminan untuk masuk surga adalah umat yang memiliki hati yang selamat. Dalam hal hati yang selamat, pria yang berdomisili di Madinah, Arab Saudi mengaku terkesan dengan halal bihalal yang ada di Inonesia. Dimana, budaya saling maaf memaafkan di bulan syawal, saling berjabat tangan dan mengucapkan mohon maaf lahir bathin.

Saling memaafkan lahir.dan bathin adalah perwujudan dari hati yang selamat. Ia juga.menceritakan riwayat hadist dari sahabat yang menceritakan, seorang pemuda dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Selama beberapa kali Rasulullah SAW mengatakan tentang sosok ahli surga, maka menggelitik bagi Abdullah Bin Khatab untuk menyelidiki bagaimana amalan pemuda tersebut.
Abdullah Bin Khattab yang selanjutnya menumpang bermalam di rumah pemuda tersebut melihat amalan si pemuda biasa-biasa saja. Sampai tiga kemudian, Abdullah bin khatab bertanya kepada si pemuda, apa hal amalan istimewa sehingga pemuda tersebut dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Pemuda yang dimaksud mengatakan tidak ada. Setelah beberapa kali ditanyakan, akhirnya Abdullah bin Khatab meminta ijin kembali pulang. Akan tetapi sebelum pulang, Abdullah bin khatab sempat jawab si pemuda.
Bahwa mungkin amalan yang dimaksud dalam penegasan Rasulullah SAW, tetapi si pemuda itu juga kurang yakin apakah itu juga bagian dari sebuah amalan. Amalan yang dimaksud adalah, sebelum dirinya tidur dia selalu memaafkan semua kesalahan orang lain yang dilakukan kepadanya pada hari itu. Sebab, jika dirinya tidak memaafkan apa yang terjadi pada hari itu, maka si pemuda tidak bisa tidur.
Hal tersebutlah yang dilakukannya setiap hari. Disampaikan oleh Syech hussein Ali Jabber dalam tausiyahnya bahwa penjelasan si pemuda itu maka Abdullah Bin Khattab menyatakan itulah hati yang selamat. Sebab, sangat sulit ditemukan orang yang memiliki hati yang selamat atau ikhlas.
Panjang lebar ia mengurai tentang hati yang selamat, baik didasari kutipan ayat Al Quran maupun hadist. Selain itu, Syech Husein Ali Jabber mengingatkan pentingnya kita memperbanyak amal ibadah. Ribuan para jemaah mengikuti tausiyah sampai menjelang waktu sholat Dzuhur. (Adv/dra).