
KETAPANGNEWS. COM—Salah satu warga Kecamatan Matan Selatan (MHS), Arif (31) menyesalkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tidak membuka pelayanan rekam e-KTP pada pameran Ketapang Expo tahun 2017 di halaman Pendopo Bupati.
Menurutnya, melalui Expo yang diselenggarakan selama delapan hari tersebut adalah moment tepat dalam melakukan pelayanan, terutama perekaman e-KTP. Terlebih diakuinya, saat ini di Ketapang masih banyak yang belum rekam e-KTP.
“Dengan dibukanya layanan rekam e-KTP, tentu masyarakat yang belum rekam akan lebih tertarik untuk datang. Karena di Expo kan ada hiburan dan lain sebagainya. Jadi sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan momentnya,” kata Arif, Selasa (18/7).
Lanjut Arif, dengan moment selama delapan hari tersebut, tentu akan mengurangi jumlah yang belum rekam e-KTP. Terutama di Kecamatan Kota (Delta Pawan-red) yang masih banyak belum rekam e-KTP.
“Jika alasannya tempat karena banyaknya stand, harusnya e-KTP menjadi skala prioritas. Selain penting, syarat e-KTP juga merupakan syarat pemilih pada Pilgub mendatang. Jadi sayang sekali tidak dimanfaatkan moment expo ini,” cetusnya.
Dia mencontohkan, jika satu malam ada 100 orang yang rekam e-KTP, maka selama delapan malam terdapat 800 orang. Tentu hal demikian juga mengurangi angka yang belum rekam.
“Walau tidak banyak, namun sedikit mengurangi. Ketimbang harus turun kelapangan dengan hasil sama, lebih baik manfaatkan moment,” timpalnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatatan Sipil (Disdukcapil) Ketapang, Mansen SH mengatakan, melalui Ketapang Expo pihaknya selalu memberikan himbauan kepada masyarakat yang belum rekam e-KTP agar segera perekaman.
Terkait tidak dibukanya pelayanan rekaman e-KTP secara langsung, diakui Mansen, pihaknya tetap melayani masyarakat. Hanya saja sifatnya konsolidasi penerimaan berkas. Sementara berkas tersebut tetap akan di proses di Disdukcapil.
“Kalau ada masyarakat ingin melakukan perekaman e-KTP, tetap diarahkan ke kantor. Sebab tempat pameran memang tidak memungkinkan. Di stand petugas tetap siap dan ada dua orang yang menangani penerimaan berkas,” jelasnya.
Diakuinya, alasan tidak dibukanya stand pada expo lantaran tempat yang tidak memungkinkan. Terlebih satu stand terdapat lima instansi, diantaranya Sekretariat Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Dinas PTSP, Dinas Penanaman Modal dan Disdukcapil.
“Jadi stand kita tidak semacam tahun lalu. Karena pertimbangannya tempat yang tidak memungkinkan. Apa boleh buat, karena seperti itu,” pungkasnya.(absa)