
KETAPANGNEWS.COM—Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang menyelenggarakan penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH), Senin (7/8) di pendopo Bupati Ketapang. Dalam penyaluran dihadiri langsung Menteri Sosial Republik Indonesia (RI), Khofifah Indar Parawansa.
Bupati Ketapang, Marti Rantan SH mengatakan, dalam mars PKH disebutkan, “satukan langkah menyonsong masa depan, berbekal niat dan kebersamaan”.
Menurutnya, hal demikian harus ditanamkan dalam jiwa. Terutama dalam rangka berbangsa dan bernegara. Terlebih NKRI adalah harga mati.
Lebih lanjut dikatakan Martin, program PKH yang dicanangkan Kementerian Sosial RI, semuanya untuk menuju dan mencapai indonesia jaya. Kemudian, PKH juga merupakan suatu program membangun keluarga sejahtera, rekyat cerdas dan sehat guna membangun indonesia hebat.
“Sehingga Kalau indonesia hebat, berarti kita harus bangun ketapang ini menjadi Ketapang hebat,” kata Martin saat menyampaikan sambutannya, Senin (7/8) dihadapan Menteri Sosial RI.
Dirinya mengakui, Pemkab Ketapang sangat menyambut baik program PKH. Terlebih program ini sudah dilihat sangat berpengaruh dan memberikan kontribusi yang signifikan. Terutama dalam rangka mewujudkan cita-citanya yang tertuang dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Dimana visinya adalah Ketapang maju menuju masyarakat sejahtera. Eksen yang kita lakukan disini adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya meningkatkan perekonomian,” tuturnya.
Untuk meningkatkan perokonomian, dirinya berpesan, kepada masyarakat yang tergabung di PKH jangan hanya menunggu 100 persen dari program ini. namun program ini harus ditindak lanjuti dengan kegiatan produktif, salah satunya kegiatan pertanian.
Menurutnya, di Ketapang tidak bisa dipungkiri bahwa, untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat adalah dengan ekonomi agro yang bersumber dari pengolahan alam tanah untuk pertanian.
“Jadi tidak bisa ini kita bilang ekonomi pariwisata atau ekonomi industri. Tetapi Ketapang masih didominasi oleh ekonomi agro atau pengolahan tanah untuk pertanian,” imbuhnya.(adv/absa)