
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menegaskan, jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang harus serius dalam membangun Ketapang. Terlebih pada penyelenggaraannya menggunakan dana pemerintah, termasuk APBD.
Dengan demikian, Bupati mengharapkan kedepan tidak ada lagi proyek pemerintah yang gagal. Seperti dicontohkannya pada proyek pencetakan Jalan Usaha Tani (JUT).
“Proyek Cetak sawah dan Jalan usaha Tani Itu prgram gagal, jangan di dilaksanakan lagi. Terkecuali jalan usaha tani ditingkatkan jadi jalan rabat beton, baru saya setuju,” tegas Bupati dalam sambutannya saat melantik pejabat dilingkungan Pemkab Ketapang, Rabu (2/8).
Menurutnya, gagalnya Jalan usaha Tani yang mengali dan menimbun tanah merupakan proyek oriented. Dimana habis proyek habislah sudah. Termasuk kolam rakyat yang kondisinya apa yang ada.
” kalau proyek kolam tu, tinggalah kodok yang bernyanyi,” ucap Ketua DPD Partai berlambang beringin ini.
Bupati sekali lagu meminta seriusnya dalam membangun, dijelaskan Martin lantaran dalam pelaksanaan pembangunan mendapatkan kawalan dari kejaksaan negeri Ketapang melalui tim TP4D.
“Tentunya setiap proyek tetap diawasi olehnya. Untuk itu laksanakanlah proyek dengan baik dan bersungguh- sungguh,” pesan Mantan Anggota DPRD Provinsi ini.
Lebih lanjut dikatakanya disamping pengawasan TP4D, pembangunan di Ketapang juga diawasi Inspektorat, DPRD, Kepolisian dan masyarakat. Pengawasan merekalah yang harus dihargai.
Terlebih dipaparkannya, itu merupakan mekanisme sistem yang dibangun oleh Negara dan harus dilaksanakan pemerintah. Terutama dalam memberikan pelayanan publik terbaik, baik dari Pemerintah Pusat , Provinsi maupun Pemerintah Daerah.
Untuk itu, terhadap pejabat yang dilantik, diharapkannya benar-benar profesional dalam menjalankan tugas dan amanah yang diembankan kepadanya.
“Patuhi sumpah dan janji yang telah diucapkan. Sebagai pelayan masyarakat seorang pejabat harus benar-benar mengerti akan tugasnya,” tegas Bupati.(Adv/absa).