
KETAPANGNEWS.COM-Dengan menggunakan sepeda motor Bupati Martin Rantan SH melihat langsung potensi ribuan hektar lahan pertanian yang belum produktif di Desa Sei Awan kanan Kecamatan Muara Pawan. Kamis (3/8) sore.
Survei lapangan yang dilakukan Bupati beserta jajaran SKPD terkait tersebut, merupakan sebuah implementasi dari Visi Ketapang maju menuju masyarakat sejahtera, pada misi ke lima yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bupati Martin Rantan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ketapang tetap mendukung dalam menyediakan infrastruktur ekonomi yang berbasis agro atau pertanian.
“Yang menjadi pegawai sedikit, tidak semuanya menjadi pegawai, atau menjadi polisi dan tentara pasti banyak yang menjadi petani, “ kata Bupati Martin Rantan.
Mengingat ribuan hektar lahan yang terbentang di desa Sei Awan Kanan, Desa Sukamaju, Desa Sei Awan Kiri, masih belum produktif, sedangkan diwilayah tersebut telah masuk, investor dari China, yakni PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park, yang akan mendirikn pabrik.

Investor dari Tiongkok tersebut berencana menanamkam investasi sebesar Rp. 4,5 triliun dibidang PLTU, Pengolahan Air minum, dan industrie-indsutrie lainnya seperti, lem, Kayu lapis, tepung tapioka, batako, mesin manufacturing dan pelabuhan khusus.
Untuk itu Bupati meminta kepada Camat Muara Pawan dan jajarannya supaya menggalakan masyarakat untuk menanam ubi, sesuai dengan kreteria bibit tanaman yang diminati mereka.
“Di Kecamatan Muara Pawan ini nanti supaya masyarakat menggalakan menanam ubi,“ kata Bupati kepada Camat Muara Pawan Uti Maiser.
Masyarakat yang berada di Kecamatan Muara Pawan yang selalu gagal panen padi, diharapkan Bupati dapat beralih menanam ubi, kemudian dijual ke Pabrik pengoalahan tepung tapioka.
“Saya dengar harganya Rp.800 rupiah perkilo gram ubi dan ini merupakan potensi masyarakat dipesisir untuk menanam ubi pada lahanya sehingga mereka bisa jual ke pabrik,” kata Bupati.
PT Ketapang Ecology nantinya disebutkan Bupati akan mengolah ubi kayu menjadi tepung tapioka, dan apa bila mereka menampung ubi kayu dari masyarakat nanti yang diproduksi di pabrik menjadi tapioka.
“Ketika Investornya datang kita akan diskusi kalau mereka benar menerima pasokan dari ubi masyarakat dengan kreteria bibit dari mereka tersendiri kita akan melakukan diskusi,“ kata Bupati.(adv/dra).