Dampak Banjir, Dua Sekolah di Tumbang Titi Diliburkan

Banjir Tumbang Titi
Kondisi banjir di Kecamatan TumbangTiiti, Rabu (30/8).

KETAPANGNEWS.COM—Akibat kiriman air dari Hulu Sungai Pesaguan terlalu berlebihan, belasan Desa di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang terendam banjir bandang.

Selain aktivitas warga tergangu, dua sekolah yang terkena banjir terpaksa harus diliburkan lantaran banjir ketinggian air berkisar satu sampai dua meter.

“Banjir yang melanda Kecamatan Tumbang Titi diakibatkan kiriman dari hulu sungai pesaguan. Akibatnya 13 Desa terkena banjir bandang,” kata Camat Tumbang Titi, Alifius SE kepada Ketapangnews, Rabu (30/8).

Alifius mengungkapkan, mengenai jumlah total keseluruhan rumah yang terendam banjir saat ini dirinya masih menunggu laporan secara otentik dari Ketua Satlak desa masing-masing. Serta dibantu pihak kecamatan untuk melakukan pengecekan.

“Saat ini kita sedang mengecek jumlah rumah yang terendam di Tumbang Titi guna mengetahui berapa kerugiannya. Tujuannya agar data yang kita pegang akurat,” ungkap dia.

Atas kejadian tersebut, diakuinya, dari Kecamatan langsung turun kelapangan untuk melakukan evakuasi dan penanggulangan. Serta mengimformasikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang secara lisan.

“Sambil menghimpun data dilapangan secara jelas, kita sudah sampaikan informasi secara lisan kepada BPBD melalui Sekretaris Camat saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, terhadap banjir yang melanda, dua sekolah terpaksa harus diliburkan. Diantaranya SMP Parming dan SMKN 1. Pasalnya ketinggian air di dua sekolah tersebut setinggi pinggang.Kemudian, akibat banjir itu juga, akses jalan dari Desa Serengkah menuju Tumbang Titi tidak bisa dilalui karena terputus dihantam derasnya air.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.