
ETAPANGNEWS.COM, KKU—Danrem 121/ABW Sintang, Brigjend TNI Bambang Ismawanto SE MM beserta rombongan melakukan acara tatap muka serta ramah tamah dengan Forkopimda, SKPD, beserta komponen masyarakat Kabupaten Kayong Utara (KKU), di Gedung Balai Praja, Sukadana, Kamis (24/8).
Dalam sambutannya dihadapan masyarakat KKU, Bambang Ismawanto menegaskan, jika musuh yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini merupakan musuh yang tidak langsung menyerang Indonesia.
”Sekarang perang dengan senjata langsung itu bukan zamannya lagi, karena mahal dan pasti dikecam dunia internasional, perang saat ini menggunakan perang tidak langsung, salah satunya menggunakan narkotika,” tegas Bambang Ismawanto, Kamis (24/8).
Bambang mengemukakan, dimana dirinya bersama Pangdam yang bekerjasama dengan anggota kepolisian berhasil menyita dan mengamankan ganja selundupan dari Malaysia ke Indonesia.
“Kurang lebih dua minggu yang lalu, Pangdam bersama saya dan anggota dari kepolisian berhasil menyita kurang lebih 31 kilogram penyelundupan ganja dari Malaysia ke Indonesia melalui perbatasan Kalbar,” ungkap Bambang.
Bahkan, lanjutnya, BNN sampai menembak salah satu pengedar narkotika di daerah Bengkayang karena melewati perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Kemudian minggu lalu, dari BNN menembak mati pengedar narkotika di daerah Bengkayang, dan orang tersebut menyelundup melalui perbatasan kita, kemudian ini yang baru terungkap, bagaimana yang belum terungkap,” terangnya.
Dengan banyaknya kejadian tentang penangkapan pengedar narkotika di Indonesia, ia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat memiliki kesadaran untuk melindungi dan membentengi keluarga dan masyarakat agar tidak menggunakan obat terlarang tersebut.
“Saya berharap kepada seluruh masyarakat, agar kita dapat melindungi dan membentengi keluarga maupun masyarakat sekitar agar dapat mencegah untuk tidak menggunakan obat terlarang (narkotika) tersebut,” timpalnya.
Sedangkan, TNI telah melakukan pencegahan dan penjagaan dijalur-jalur khusus penyelundupan narkotika diperbatasan Indonesia-Malaysia (Kalbar). Dengan adanya penjagaan diperbatasan yang memiliki panjang 970 km tersebut, dirinya berharap dapat meminimalisir penyelundupan narkotika ke Indonesia.(hardi)