Ditugaskan Ke Pulau, Ini Kesan Para Guru SM-3T Setelah Satu Tahun

Pendidikan KKU
Para guru berpoto bersama usai menghadiri acara pelepasan di Gedung Balai Praja, Sukadana, KKU, Selasa, (22/8)- Hardi

KETAPANGNES.COM, Kayong Utara – Sebanyak 47 guru Sarjana Mendidik didaerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) dari Universitas Negeri Padang (UNP) menghadiri acara pelepasan di Gedung Balai Praja, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Selasa (22/8).

Setelah melalakukan pengabdian di Kecamatan Pulau Karimata selama satu tahun, mereka kembali ke Padang untuk melanjutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG), kemudian mereka akan ditugaskan kembali menjadi Guru Garis Depan (GGD).

45 guru tersebut didampingi langsung oleh Kemendiknas dan bagian LPTK – UNP. Mereka yang baru pertama kali mengajar di daerah SM-3T merasakan beberapa keluhan saat pertama kali mereka tiba di daerah tersebut.

Masalah yang umumnya mereka hadapi seperti masalah air, masalah listrik dan masalah komunikasi mengunakan handphone yang tergolong masih susah.

Seperti yang dialami salah satu tenaga pemgajar yang ditempatkan di SMA Negeri 1 Pulau Maya, Sesi Della Afrila yang menyampaikan kesulitannya saat musim kemarau. Sesi harus mengambil air dari pegunungan menggunakan jerigen dengan jarak yang jauh.

“Saya datang lagi musim kering, airnya ada tapi harus ngambil dari gunung, jadi harus ngambil dengan jerigen dan dibawa lagi ketempat tinggal kami,” ujar Sesi saat ditemui wartawan ketapangnews.com

Sesi juga merasa jika setiap sekolahan ditempat ia ditugaskan masih banyak kekurangan fasilitas pendukung seperti buku, laboratorium dan fasilitas praktikum.

“Kalau disekolah itu yang kurang fasilitas untuk praktikum, labor-labor (laboratorium) ada tapi isinya tidak ada, bahan-bahannya tidak ada, jadi siswa harus kreatif menggunakan bahan-bahan alam untuk praktik,” tambah Sesi.

Sejalan dengan yang disampaikan Sesi, begitu pula yang dirasakan Rozi Arpandi yang merasa mendapatkan banyak pelajaran dan pengetahuan setelah ia mengajar di SD Negeri 13 Kamboja.

“Memang kami mengajar disini, tapi kami lebih banyak belajar disini, bagaimana anak-anak disana lebih kuat, tegar, menerima kekurangan apapun, sedangkan kami yang dikota istilahnya banyak menyia-nyiakan fasilitas yang ada,” ungkap Rozi.

Rozi juga berharap agar kedepannya Pemda KKU dapat lebih memperhatikan pendidikan yang ada didaerah 3T, khususnya seperti di Desa Kamboja yang dinilai masih kurang dalam hal pendidikan.

“Saya berharap, kedepan pemerintah daerah sini dapat lebih memperhatikan daerah 3T khususnya didaerah Kamboja tempat saya mengajar, karena disana masih banyak kekurangan dalam hal pendidikan, seperti tenaga pengajar yang terbatas dan jumlah buku juga terbatas.”(Hardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.