
KETAPANGNEWS.COM – Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Pengurus IWO Kabupaten Ketapang resmi dilantik Ketua IWO Pusat, Jhodi Yudono, Selasa (15/8) malam di Onyx Hotel.
Selain dilantik, IWO Kalbar juga mendeklarasikan netralitas menjelang Pilkada 2018. Dalam deklarasi dibacakan langsung oleh Ketua IWO Ketapang, Halim H Anwar.
Adapun isi deklarasi tersebut diantaranya, pertama IWO Kalbar dalam pemberitaan berpedoman pada Undang Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
“Serta menjaga Empat Pilar Kebangsaan dan Multi Kulturalisme. Sehingga tercipta dan terlaksananya Pilkada sebagai manivestasi cita-cita bersama,” ucap Halim.
Kedua, seluruh Insan Pers yang bekerja dan bernaung dalam Ikatan IWO Kalbar dilarang menjadi tim sukses atau berkampanye untuk pasangan calon yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkecuali atas nama pribadi.
Ketiga, IWO Kalbar bersikap netral dan tidak memihak terhadap salah satu pasangan calon, menjaga profesionalisme dan etika, menuliskan berita yang menyejukkan dan tidak menghujat pasangan calon tertentu.
“Sebab hal demikian akan merugikan dan membuat suasana menjadi tidak kondusif,” ujar dia.
Ke empat, IWO Kalbar senantiasa menyaring berbagai informasi yang didapatkan dan menguji kebenarannya. Sehingga pemberitaan diterbitkan tidak menjurus ke arah fitnah dan menyesatkan, tidak menuliskan berita bohong (hoax) tanpa konfirmasi dan melihat fakta sebenarnya.
Kelima, IWOsangat menyadari bahwa peran pers dengan medianya dalam hajatan lima tahunan ini sangat dominan. Apalagi perkembangan teknologi saat ini secara langsung menuntut pers untuk lebih cermat dalam menyampaikan segala informasi.
“Pernyataan ini adalah wujud jaminan dan tanggung jawab terhadap pemberitaan kami,” timbalnya.
Terakhir, pemberitaan hoax sering dijumpai pada saat Pilkada, oleh sebab itu IWO Kalbar akan memelopori perlawanan atau penghapusan pemberitaan hoax.
Terlebih, hal tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan membentuk budaya individu, orang perorang dan kelompok untuk menggunakan Media Online secara bertanggung jawab dan beretika.(absa)