Micheal Jeno Inginkan Jumlah Wirausaha Bertambah

Peserta Seminar
Para peserta seminar dan dialog saat mendengarkan paparan materi dari Anggota DPR RI Komisi XI, Ir G Micheal Jeno MM, Selasa (8/8).

KETAPANGNEWS.COM—Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kungker) ke kabupaten Ketapang, Anggota DPR RI Komisi XI, Ir G Micheal Jeno MM Dapil Kalbar menyelenggarakan seminar dan dialog penguatan kewirausahaan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat ditingkat basis, Selasa (8/8) di salah satu hotel Ketapang.

Dalam seminar tersebut, Micheal Jeno sekaligus menjadi nara sumber yang didampingi Wakil Ketua Pimpinan Bank Indonesia Pontianak, sekaligus ketua tim Advokasi dan Pengembangan Ekonomi, Adhinanto Cahyono.

Dalam pemaparannya, Micheal Jeno membahas tentang strategi kolektif mendorong pengembangan dan pelaksanaan program inklusi keuangan untuk mengembangkan kewirausahaan di Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara perwakilan BI lebih kepada peranan mendorong perekonomian, terlebih BI sebagai mitra kerja.

Micheal Jeno mengatakan, saat ini di Indonesi jumlah wirausaha sangat minim dan terbatas. Hal demikian tentu menjadi dorongan agar jumlah wirausaha bisa bertambah. Tujuannya untuk bisa menjadi motor ekonomi.

Seminar
Anggota DPR RI Komisi XI, Ir G Micheal Jeno MM saat menyampaikan materinya pada seminar dan dialog penguatan ekonomi, Selasa (8/8).

Lebih lanjut, seperti diketahui, hari ini pemerintahan Presiden Jokowi-JK, dimana APBN nya meningkat luar biasa hampir 2000 triliun sejak 2015 lalu. Kemudian, pembangunan insfrastruktur berada dimana-mana. Seiring dengan adanya pembangunan insfrastruktur tentu mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Sebab pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari infrastruktur yang memadai,” kata Anggota DPR RI dapil Kalbar ini.

Terkait di Kalbar, Menurut Micheal Jeno banyak berbasis komunitas atau barang mentah, seperti CPO dan Karet yang saat ini siklusnya turun naik, bahkan dua atau tiga tahun kedepan tidak akan naik harganya. Sehingga ekpor kita tidak begitu mengembirakan.

Sementara, disebutkannya, yang paling besar di Kalbar adalah konsumsi rumah tengga. Dimana kontribusinya terhadap ekonomi, berdasarkan data statistik 2016 kurang lebih 53 persen. Dengan demikin, wirausaha sangat penting.

“Jadi, kita perlu wirausaha-wirausaha untuk menggerakkan ekonomi kita di Kalbar. Sehingga kita bisa masuk kedalam 53 persen konsumsi rumah tengga di Kalbar,” ucap Jeno.

Dilain sisi, guna mengembankan ekonomi di Kabupaten Ketapang ada beberapa potensi yang dapat dikembangkan. Menurutnya, jika di daerah perdalaman sangat banyak, satu diantaranya karet. Kalau di pesisir seperti hasil perikanan laut yang saat ini belum dikembangkan.

Terlebih diakui dia, dirinya datang ke Ketapang dengan mengajak mitranya yakni BI untuk mendorong itu semua. Namun, ditegaskannya, Pemda dan masyarakat jangan lupa harus berhubungan juga dengan piha-pihak yang mampu mendorong pengembangan ekonomi.

“Pariwisata juga harus dikembangkan. Terlebih pariwisata menjadi sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu unggulan pemerintah sekarang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sabagai wakil rakyat dari Kalbar, peranannya di DPR RI menjaga agar anggaran agar tidak dikurangi. Seperti Dana Desa dan transfer daerah yang langsung masuk ke APBD Provinsi dan Kabupaten.

“Inisiatif lain adalah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebab kita ingin mendorong supaya wira usaha berkembang, namun tanpa akses modal tentu omong kosong,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Pimpinan Bank Indonesia Pontianak, sekaligus ketua tim Advokasi dan Pengembangan Ekonomi, Adhinanto Cahyono mengungkapkan, wirausaha di Ketapang masih berada di bawah Kota Pontianak dan Singkawang. Namun saat ini sambas sudah mulai menyusul.

Berdasarkan data yang kita terima dari Disperindagkop, wirausaha di Ketapang masih dibawah Pontianak dan Singkawang. Tapi mungkin banyak yang belum di data saja, padahal pendataan sangat penting,” timbalnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.