Pemda Ketapang Gelar Apel Pasukan Bina Karuna Kapuas

Apel 1

KETAPANGNEWS.COM—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Bina Karuna Kapuas 2017 di Wilayah Hukum Polres Ketapang, Jum’at (4/8) di halaman Kantor Bupati Ketapang. Kegiatan yang dihadiri dari berbagai satuan pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang, Martin Rantas SH.

“Gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan sarana prasarana, baik perorangan maupun satuan,” Kata Bupati Ketapang, Martin Rantan saat membacakan sambutan Kapolda Kalbar, Jumat (4/8) pagi.

Bupati mengatakan, Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat (Kalbar) telah menjadi perhatian serius, baik Nasional maupun Internasional sejak lama. Hal ini mendorong dikeluarkannya instruksi Presiden RI nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian Karhutla.

Disebutkan Martin, Karhutla di Kalbar sendiri, telah meyebabkan kerugian material cukup besar, merusak ekosistem dan terganggunya kegiatan perekonomian di daerah. Bahkan dampaknya dirasakan Provinsi serta Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Apel 2
Para peserta siaga Karhutla saat berpoto bersama Bupati Ketapang usai Apel Gelar Pasukan Bina Karuna Kapuas 2017, Jumat (4/8).

Menurut data yang dikeluarkan BKSDA Kalbar, jumlah Hotspot yang ada di Kalbar pada umumnya telah mengalami penurunan setiap tahunnya. Dimana pada tahun 2013 sebanyak 3.219, tahun 2014 sebanyak 5.277, tahun 2015 sebanyak 2.724 dan tahun 2016 sebanyak 1565.

Sementara titik yang paling rentan berada di kawasan area peralihan lain (APL). Pada tahun ini, data sementara dari aplikasi android Lapan Fire Hotspot 2 Agustus 2017 menunjukkan fluktuasi titik api di Kalbar pada angka 13-28 hotspot yang terkosentrasi di daerah Kubu Raya, Kapuas Hulu, Ketapang dan Sintang.

“Dengan demikian, inilah kesempatan bagi kita untuk melayani masyarakat secara nyata. Yakni dengan menunjukkan kesiapsiagaan dan keseriusan dalam menanggulangi Karhutla ini. Kita harus akhiri bencana tahunan ini,” tegasnya.

Diakhirinya bencana tahunan tersebut lantaran memiliki dampak bagi Kesehatan Masyarakat, aktivitas belajar di sekolah, aktivitas perkantoran dan pusat pelayanan masyarakat, jadwal penerbangan, hubungan luar negeri, aktivitas ekonomi, kelestarian lingkungan hidup dan bidang kehidupan masyarakat lainnya.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat Kalbar untuk meningkatkan kepedulian dan keterpanggilan dalam penanggulangan Karhutla. Optimalisasi pencegahan Karhutla adalah jalan yang terbaik daripada kita sibuk memerangi api,” timbal dia.

Ia menggaris bawahi, titik api yang terpantau dari udara terindikasi sengaja dibakar oleh pihak-pihak tertentu. Karenanya, ia memerintahkan pada penyidik dan aparat terkait untuk menindak tegas para pelaku pembakar.(adv/absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.