PSTMM U-16 Ketapang Nekad Berangkat Meski Keterbatasan Dana

PSTMM U 16
Tim sepakbola PSTMM U-16 nekad mengikuti turnamen piala pelajar memperebutkan piala Menpora tingkat Provinsi mewakili Ketapang dengan dana seadanya.

KETAPANGNEWS.COM – Kurangnya suport dari Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ketapang membuat Tim sepakbola PSTMM U-16 nekad mengikuti turnamen piala pelajar memperebutkan piala Menpora tingkat Provinsi mewakili Ketapang dengan dana seadanya.

Tim PSTMM U-16 meminta doa kepada seluruh masyarakat Ketapang agar bisa mengharumkan nama Ketapang dengan menjadi juara dalam turnamen yang digelar pada 20 hingga 21 Agustus di Kabupaten Sambas.

Koordinator Daerah (Korda) Liga Pelajar Piala Menpora di Ketapang, Debi mengatakan, tim PSTMM U-16 beserta official akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat mewakili Ketapang dalam liga pelajar tingkat Provinsi di Kabupaten Sambas setelah melakukan rapat bersama pengurus dan para orangtua pemain.

“Kami memutuskan untuk tetap berangkat meskipun hanya dengan dana seadanya, karena para pemain yang mayoritas anak-anak muda ini optimis dan ingin berusaha mengharumkan nama Ketapang di tingkat Provinsi,” katanya Minggu (20/8).

Ia menuturkan, selain melakukan rapat bersama pengurus dan para orangtua pemain, pihak PSTMM meminta sumbangan sukarela dari orangtua pemain, selain itu pihaknya juga mendapat sumbangan dari para donatur untuk keberangkatan tim PSTM U-16 mewakili Kabupaten Ketapang.

“Alhamdulillah dari hasil sumbangan donatur, pengurus dan orang tua pemain tim berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 10 juta, namun dana masih kurang untuk keperluan akomodasi, transportasi dan menyewa tempat tinggal selama dua hari di Sambas,” ungkapnya.

Meskipun demikian, karena rasa optimis para pemain,tetap memutuskan untuk berangkat walaupun belum mengetahui apakah bisa pulang atau tidak dengan uang seadanya tersebut.

“Dana yang kami bawa memang tidak cukup karena harus menyewa Bis dari Ketapang ke Telok Batang, kemudian membayar biaya kapal fery, serta menyewa Bis dari rasau ke sambas, belum biaya makan pemain dan official selama dua hari serta sewa tempat tinggal disana,” katanya lirih.

Ia mengungkapkan, jumlah pemain yang berangkat dalam turnamen ini sebanyak 18 orang ditambah 3 orang pelatih dan official, yang mana keberangkatan tim dengan menyewa Bis dari Ketapang menuju pelabuhan Telok Batang, kemudian menggunakan kapal klotok atau motor air dan setelah sampai di pelabuhan rasau jaya tim langsung menyewa bis untuk berangkat menuju Sambas.

“Kami modal nekad dan optimis, kalau tidak dicoba kami juga tidak tahu hasilnya apa, untuk itu doa masyarakat kami butuhkan agar tim PSTMM U-16 bisa memberikan yang terbaik menjadi juara dan mewakili Kalbar ditingkat Nasional pada September nanti, mudah-mudahan,” harapnya.

Iapun berharap, apapun hasil yang didapat pihaknya, semoga ada pihak-pihak yang peduli untuk memberikan sumbangan, sehingga tidak kebingungan mencari bantuan dana untuk keperluan selama turnamen serta untuk biaya kepulangan.

“Terimakasih kepada para donatur, orangtua pemain, pengurus serta awak media yang berupaya membantu dengan mencarikan sumbangan, semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk Ketapang,” harapnya.

Sementara Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ketapang, Fadli Atif mengaku meskipun bukan kewenangan pihaknya, namun pihaknya tetap mensuport tim PSTMM U-16.

“Meskipun bukan kewenangan kita, tapi sebagai Ketua Koni saya tetap bertanggung jawab dan mensuport tim PSTMM U-16 baik dengan doa maupuan bantuan seadanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 20015 kalau olahraga sendiri dibagi menjadi tiga yang bertanggung jawab didalamnya yang pertama olahraga pendidikan yang mana pihak bertanggung jawab dinas terkait, kemudian olahraga prestasi yang bertanggung jawab adalah KONI seperti Porprov, PON dan lainnya, kemudian olahraga rekreasi baik permainan voli, bola, lomba sampan tradisional, kato yang bertanggung jawab dinas terkait.

“Jadi kadang-kadang masyarakat berpikiran kalau semua olahraga KONI, padahal tidak, namun kalau bicara olahraga tentu semua tanggung jawab kita bersama, maka dari itu terlepas kewenangan siapapun sebagai Ketua Koni saya tetap mensuport dan memberi bantuan,” tegasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.