Ratusan Burung Berlomba Berkicau di Kajari Cup II

Kicau Burung
Peserta lomba mengikuti dalam lomba burung berkicau Kajari Cup II Minggu (20/8).

KETAPANGNEWS.COM Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang mengelar lomba burung berkicau Kajari Cup II 2017. Dalam perlombaan tersebut sekitar 400 peserta turut bersaing menjadi yang terbaik di kelasnya. Minggu (20/8). Ratusan masyarakat dan pecinta burung dari berbagai wilayah tampk memadati halaman kantor Kajari Ketapang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Joko Yuhono mengucapkan terimakasih kepada panitia pelaksana dan peserta yang antusias mengikuti perlombaan burung berkicau ini. Ia pun berharap perlombaan ini memberikan hal-hal positif baik bagi seluruh peserta maupun masyarakat.

“Dari lomba burung kita belajar, kalau yang dipilih menjadi terbaik tentu memiliki kicauan yang baik bukan yang jelek, begitu juga dalam hidup, berbicaralah yang baik-baik, kalau tidak bisa berbicara baik lebih baik diam seperti burung yang tidak berkicau,” ucap Kajari, Minggu (20/8).

Ia menuturkan, burung merupakan simbol yang memberikan pesan perdamaian, sehingga dengan terselenggaranya lomba ini diharapkan dapat memberikan perdamaian bagi seluruh masyarakat khususnya komunitas burung yang ada di Ketapang.

“Dengan lomba ini, kita harapkan memberikan pelajaran-pelajaran positif buat kita semua. Kepada panitia, seluruh peserta baik yang dari Ketapang, dari luar Ketapang terimakasih atas partisipasinya,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Lomba burung berkicau Kajari Cup II 2017, Newar mengatakan kalau dalam lomba ini, sedikitnya ada empat kelas yang diperlombakan diantarnya, Kelas utama kelas khusus A Murai Batu Open A, Kacer A, Cica Hijau A, Love Bird A.

Kemudian untuk Kelas B Murai Batu Open B, Kacer B, Cicak Hijau B, Love bird B, Kenari B, Serindit B, Jenggot Open B, untuk Kelas C Murai Batu, Kacer, Cicak Hijau, Kenari, Kolibri, Serindit, Pentet dan Kelas D Murai Batu, Kacer, Leci, Ciplek, Kolibri, Mantenan dan Cililin.

“Untuk jurinya dari BNR dan bersetifikat, juri-jurinya semuanya sudah mengikuti diklat sebelum turun kelapangan,” jelasnya.

Ia mengatakan, lomba burung berkicau sebagai wadah pelestarian burung terlebih semua burung yang ikut perlombaan bukannya hasil tangkapan liar melainkan peliharaan.

Selain juga, perlombaan untuk menghidupkan kecintaan terhadap burung sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berjualan- berjualan burung serta menarik masyarakat luar untuk datang ke Ketapang lantaran para peserta lomba tidak hanya dari Ketapang tetapi juga ada yang dari Pontianak, Kalteng serta Sukadana.

“Harapan kita perlombaan ini memberikan dampak positif,” harapnya.

Ia menambahkan, untuk para pemenang perlombaan, selain mendapatkan hadiah total jutaan rupiah, dalam lomba juga memberikan hadiah berupa doorprize dua buah sepeda motor untuk kelas khusus yaitu kelas  A dan kelas B.

“Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang Joko Yuhono yang menjadikan event ini jadi event tahunan Kejari Ketapang,” jelasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.