
KETAPANGNEWS.COM – Sepanjang memasuki musim kemarau sampai saat ini, dari 23 Juli sampai 31 Juli terdapat delapan titik sebaran hotspot. Hal demikian berdasarkan data Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang.
Kepala BPBD melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, H Sumiransyah SE mengatakan, delapan titik hotspot yang terdeteksi terdapat di empat Kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Kendawangan, Marau, Simpang Hulu dan Sungai Laur.
“Dari Data BPBD Ketapang pada minggu terakhir, terhitung sejak 23 Juli sampai 31 juli, terdapat 8 titik panas yang tersebar di empat Kecamatan,” kata Sumiransyah saat diwawancara Ketapangnews, Kamis (3/8).
Dipaparkan Sumiransyah, dari empat Kecamatan yang terdapat titik panas, didominasi oleh Kendawangan. Pasalnya, di Kendawangan ada tiga titik. Seperti di Desa Kendawangan Kiri dan Air Hitam Besar. Selebihnya di Desa Semandang Kanan Simpang Hulu, Desa Randai Marau dan Desa Sukaramai Sungai Laur.
“Dari delapan titik panas tersebut, alhamdulillah bisa tertanggulangi tim gabungan. Terlebih kebakaran yang terjadi adalah kebakaran sedang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari titik-titik yang terbakar kebanyakan lahan kosong, terutama daerah untuk pertanian, khususnya daerah perhuluan. Sementara di pesisir adalah lahan-lahan gambut.
Diakuinya, saat ini pihaknya bersama tim gabungan sedang gencarnya melakukan pencegahan. Terlebih dalam waktu dekat juga akan diselenggarakan rapat koordinasi dan kontinjensi bersama instansi terkait.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya selalu memonitoring titik rawan hotspot di Ketapang. Selain melalui tim TRC yang dibentuk, pesawat waterbom bantuan BNPB Provinsi juga sudah mulai dioperasikan.
“Pesawat bantuan BNPB sudah mulai dioperasikan setiap harinya. Tujuannya untuk memonitoring titik-titik rawan Karhutla,” tutupnya.(absa)