TKBM Kendawangan Tuntut WHW Bersikap Bijak

Aksi Damai
Humas TKBM Kendawangan, Fandi Ismar (memegang mix) saat berorasi didepan pintu masuk PT WHW, Senin (14/8).

KETAPANGNEWS,COM—Guna mempertanyakan kebijakan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW-AR) yang tak lagi memperkerjakan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kendawangan, ratusan warga tergabung dari TKBM melakukan aksi ke PT WHW di Desa Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan, Senin (14/8).

Dalam aksi, peserta menggunakan atribut kerja dan berpakaian warna orange. Serta membawa perangkat aksi berupa kertas karton berisikan sejumlah tuntutan kepada WHW.

Humas TKBM Kendawangan, Fandi Ismar saat berorasi didepan pintu masuk WHW mwngatakan, selaku rekan pekerja pelabuhan menuntut keadilan untuk dapat kembali bekerja. lantaran guna menghidupi keluarga yang notabane pekerjanya merupakan putra daerah.

Terlebih, dalam orasi bergaung itu, Fandi mengaku bahwa para pekerja bekerja bukan untuk mencari kekayaan, melainkan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Tentu menurutnya sebagai putra daerah tidak salah bekerja sebagai buruh pelabuhan.

“Sebagai putra daerah apa salahnya kami ikut andil bekerja sebagai buruh pelabuhan, tidak mungkin kami warga setempat hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” cetus Fandi.

Menurutnya, pihak TKBM Kendawangan sendiri sudah bekerjasama dengan baik kepada PT. WHW, bahkan ditegaskan dia, sebelum PT WHW itu berdiri. Dimana TKBM andil dalam memajukan perusahaan itu.

“Sebelum WHW berdiri, sejak Harita beroperasi dari tahun 2003, TKBM Kendawangan ikut memajukan perusahaan,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya meminta kebijakan perusahaan PT WHW yang memutus kerjasama dengan TKBM Kendawangan untuk ditinjau dan dicabut kembali. Sehingga pihaknya dapat bekerja kembali dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sebab, akibat tidak dipekerjakan lagi, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya memahami bahwa WHW merupakan investasi perusahaan beijing atau BUMN beijing bekerjasama dengan negara Indonesia. Dimana diakui dia, aset negara dan aset masyarakat Ketapang. Sehingga wajib dijaga.

“Namun dibalik itu semua, jangan sampai orang luar Ketapang bisa makan dan hidup layak bekerja di PT WHW. Sedangkan putra daerah disini tidak bisa bekerja,” katanya.

Ia mengharapkan PT WHW peduli dan segera memberi jawaban mengenai nasib pekerja di TKBM Kendawangan ini, pihaknya siap berdialog dan bernegosiasi karena aksi damai yang lakukan untuk kepentingan bersama.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.