
KETAPANGNEWS.COM—Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Ketapang menyelenggarakan upacara peringatan hari jadi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia ke-72, Sabtu (19/8) di halaman kantornya. Upacara bernuansa olahraga tersebut dihadiri seluruh pegawai PN Ketapang.
HUT ke-72 yang jatuh pada 19 Agustus 2017 itu digelar serentak oleh Pengadilan se-Indonesia dengan mengangkat tema “Dengan Badan dan Jiwa yang Sehat, Kita Wujudkan Badan Peradilan Indonesia yang Agung”.
“Peringatan hari jadi MA tahun ini dilaksanakan berbeda. Karena dalam pelaksanaan menghadirkan suasana olah raga. Namun bukan berarti menghilangkan kehidmatan upacara,” kata Ketua PN Ketap ang, Maslikan SH yang bertindak sebagai inspektur upacara saat membacakan sambutan Ketua MA RI, Prof Dr Hatta Ali SH MH.
Maslikan mengatakan, momentum hari jadi MA ke-72 tidaklah terpaut jauh dengan HUT kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana tahun ini mengangkat tema “kerja bersama”. Dimana tema itu selaras dengan pesan yang ingin disampaikan dalam peringatan hari jadi MA tahun ini. Yakni menumbuhkan semangat kebersamaan dalam bekerja demi mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung.
Oleh karenanya, MA meletakkan empat misi yang hanya bisa dilaksanakan dengan semangat kebersamaan seluruh komponen aparatur peradilan. Yaitu, menjaga kemandirian badan peradilan, memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan, meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan serta meningkatkan kredibelitas dan transparansi badan peradilan.
“Kesemua misi itu bisa dijalani dengan baik jika didukung oleh aparatur peradilan yang produktif. Serta mampu menata manajemen waktu dan hubungan interpersonalnya, bisa mengembangkan jaringan sekaligus mampu membangun toleransi dan pada akhirnya akan mereduksi konflik ditempat kerja,” papar Maslikan.
Untuk mendukung itu semua, aktifitas fisik seperti olahraga merupakan salah satu faktor membantu dalam menjaga kebugaran tubuh. Terlebih mampu mendukung pelaksanaan tugas rutin sebagai tanggung jawab. Yang paling penting, olahraga memiliki nilai. Diantaranya nilai kedisiplinan, kejujuran, sportifitas dan kerjasama.
Untuk itu, MA memandang penting keseimbangan antara tugas rutin dan kebugaran aparatur dalam melaksanakan amanah yang diemban. Oleh sebab itu, pada moment ini, selain diisi dengan upacara hari jadi, juga diisi berbagai kegiatan olahraga.
“Sehingga diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas rutin aparatur lembaga peradilan. Sebab, senyum dan kerja keras tidak akan hadir dari raga yang letih,” timpalnya.
Dijelaskan dia, selain tubuh yang sehat, menurutnya jiwapun perlu disehatkan. Karena hidup ideal adalah mempu dikelola dengan mengharmonikan antara kesehatan jasmani dan rohani. Kesehatan jiwa ini mencakup berbagai aspek, diantaranya kesehatan secara emosional, psikologis dan sosiologis.
“Aparatur peradilan hendaknya sehat secara emosional, namun tidak bersikap pasif. Kemudian sehat secara psokologis, dinataranya mampu mengelola stres baik ditempat kerja maupun diluar. Selanjutnya juga sehat secara sosial, seperti berkomunikasi dengan baik kepada keluarga ataupun masyarakat luas,” jelasnya.
Menurutnya, ekspektasi publik terhadap aparatur peradilan yang berintegritas dan kredibel sangatlah tinggi. MA telah membangun dan mengaktifkan sistem pembinaan serta pengawasan yang diharapkan dapat menjaga seluruh komponen aparatur dari tindakan tercela. Namun sistem itu hanyalah alat kontrol bersifat eksternal.
“Sementara bentuk pengawasan dan pembinaan terbaik berasal dari diri sendiri dengan terus menerus menjaga kesehatan dan kebersihan jiwa. Karena dengan jiwa bersih akan lahir keyakinan, bahwa semua perbuatan pada akhirnya akan dipertanggung jawabkan,” tutupnya.(absa)