
KETAPANGNEWS.COM—Hujan deras yang menguyur Kecamatan Tumbang Titi dan Jelai Hulu Ketapang Selasa (29/8) lalu mengakibatkan 33 Desa terendam banjir. Atas bencana tersebut, sebanyak 1.653 Kepala Keluarga (KK) di dua Kecamatan tersebut kini terkena dampaknya.
Khusus di Kecamatan Tumbang Titi terdapat 339 KK yang terkena dampak banjir dari 16 Desa. Sementara, Kecamatan Jelai Hulu hingga saat ini sebanyak 1.314 KK dari 17 Desa.
Camat Tumbang Titi, Alifius SE mengungkapkan, di wilayahnya terdapat 1.173 jiwa jadi korban banjir dari 339 KK.
Dipaparkan Alifius, adapun desa yang terkena banjir beserta jumlah KK dan Jiwa yakni, Desa Tumbang Titi dengan 117 KK meliputi 400 jiwa, Mahawa 7 KK 29 jiwa. Titi Baru 13 KK 39 jiwa, Natai Panjang 38 KK 144 jiwa.
Kemudian, Suka Damai 8 KK 25 jiwa, Batu Beransyah 20 KK 70 jiwa, Serengkah 4 KK 21 jiwa, Tanjung Maloi 6 KK 18 jiwa, Sengkaharak 5 KK 25 jiwa, Kelampai 8 KK 28 jiwa, Beringin Rayo 6 KK19 jiwa dan Segar Wangi 20 KK 56 jiwa.
Selanjutnya, Sepehan Raya 5 KK 28 jiwa, Petebang Jaya 5 KK 20 jiwa, Tanjung Beulang 5 KK 27 jiwa serta Jungkal, 5 KK 30 jiwa.
“Jadi untuk total keseluruhan korban banjir di Kecamatan Tumbang Titi berjumlah 339 KK yang meliputi 1.173 jiwa,” jelas Alfius, Minggu (3/9) di kediamannya.
Sementara di Kecamatan Jelai Hulu, Koordinator Umum Posko Paroki Tanjung, RM Eduardus Banggut menyebutkan, akibat diguyur hujan deras, sebanyak 1.314 KK dari 17 Desa yang terkena dampak banjir.
Diungkapkannya, adapun jumlah KK dan Desa terkana banjir diantaranya, Desa Tanggerang sebanyak 143 KK, Teluk Runjai 8 KK, Pasir Mayang 51 KK, Sidahari 61 KK, Rangga Intan 25 KK, Perigi 45 KK, Asam Jelai 114 KK, Penyarang 54 KK dan Kesuma Jaya 147 KK.
Kemudian, Riam Danau Kanan 146 KK, Deranuk 50 KK, Tebing Berseri 48 KK, Pangkalan Suka 45 KK, Karang Daging 22 KK, Periangan 200 KK, Biku Sarana 80 KK dan Semantun 70 KK.
“Untuk jumlah total jiwa dari 1.314 diperkirakan diatas 3000 jiwa,” kata Eduardus Banggut saat diwawancara di Poskonya.(absa)