
KETAPANGNEWS.COM—Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, H Sumiransyah SE mengungkapkan, sejak beberapa hari terakhir sebaran hotspot di Ketapang adalah terbanyak di Kalimantan Barat (Kalbar).
“Berdasarkan info dari Satelit Lapan, tiga hari lalu sebaran hotspot di Ketapang terbanyak di Kalimantan Barat yang mencapai belasan titik,” ungkap Sumiransyah kepada Ketapangnews, Rabu (20/9).
Banyaknya titik hotspot empat hari lalu, menurutnya lantaran adanya pergeseran gawai adat pembukaan lahan. Dimana biasanya dilaksanakan di bulan Agustus menjadi bulan September. Pasalnya, intensitas hujan pada Agustus agak tinggi.
“Sehingga kemungkinan besar pada bulan September masyarakat melaksanakan pembukaan lahan serentak sebagai gawai adat buka lahan. Makanya muncul hotspot agak banyak,” ujar Sumiransyah.
Namun demikian, pembukaan lahan gawai adat tersebut tetap dalam kontrol. Sehingga saat membakar, api tidak menyebar luas. Artinya mampu terpadamkan.
Sementara itu, lanjutnya, untuk hari ini (Rabu 20/9-red) titik hotspot di Ketapang tidak ada. Untuk Minggu (17/9) kemarin hanya terdapat dua titik. Sedangkan Senin (18/9) dan Selasa (19/7) hari ini juga tidak ada.
Sejauh ini, BPBD Ketapang tetap berupaya melakukan antisipasi dan memantau titik hotspot di Ketapang. Seperti satu diantaranya menerjunkan helly BNPB Pusat melalui BPBD Provinsi Kalbar yang ditempatkan di Ketapang.(absa)