
KETAPANGNEWS.COM – Banjir yang melanda Kecamatan Jelai Hulu, Kecamatan Tumbang Titi, sehingga menyebabkan ratusan rumah terendam, sejumlah rumah juga hanyut, akses transportasi terputus dan dampak lainya.
Organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Kantor BPBD Kabupaten Ketapang sudah turun langsung ke lokasi dan mendistribusikan logistik dan lain sebagainya, termasuk juga organisasi kemasyarakatan juga mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk disalurkan ke lokasi yang terkena musibah banjir.
Menyikapi musibah banjir yang terjadi di Kecamatan- Kecamatan tersebut dan perlunya penanganan pasca bencana, Bupati Ketapang, Martin Rantan langsung mengumpulkan seluruh SKPD. Selain meminta SKPD bekerja cepat membantu korban banjir, Bupati juga akan turun ke lapangan meninjau langsung kondisi dilokasi bencana, pada Rabu (6/9).
Musibah banjir tersebut diketahui Bupati Ketapang saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sandai dan Hulu Sungai pada 28 sampai 31 Agustus 2017 kemarin.
“Ada rumah yang hanyut dan lain sebagainya, artinya ini sudah bencana, menyikapi situasi-situasi seperti ini perlu ada keputusan penting yang bisa kita tetapkan,” tegas Bupati Ketapang,
Martin Rantan SH ketika memimpin rapat di pendopo rumah dinas Bupati, Senin (4/9).
Selain menetapkan, status tanggap darurat, maka perlu juga menentukan langkah strategis, seperti suplly makanan, pakaian, obat-obatan termasuk juga menentukan langkah pasca bencana. Jika diperlukan, maka
akan segera diusulkan ke pemerintah pusat. Apalagi, direncanakan pada 10 september 2017, Bupati Ketapang ada agenda ke Jakarta, maka pihaknya akan langsung menghadap ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional.
Karena itu, untuk langkah dan teknis yang harus dilakukan terkait mengatasi musibah ini, Bupati Ketapang mengharapkan instansi teknis untuk bekerja cepat. Karena secara teknis, ia yakin SKPD terkait lebih memahami. Menurut Bupati Ketapang, persoalan banjir ini harus cepat diambil alih Pemerintah Daerah.(adv/dra)