
KETAPANGNEWS.COM – Pagelaran wayang semalam suntuk dari Ki Dalang Ki Gondo Suharjo digelar Paguyuban Jawa di Kompleks GOR Tentemak, Rabu (20/09) malam. Pegelaran wayang semalam suntuk menambah semarak Kota Ketapang yang pada Rabu (20/9( malam juga digelar pawai obor keliling Kota Ketapang memperingati 1 Muharam 1439 H.
Selain kemeriahan pawai obor yang diawali dari Masjid Al-Ikhlas Ketapang, maka pegelaran wayang kulit juga terjadi konsentrasi ribuan warga di sekitar Kompleks GOR Tentemak, jalan Gatot Subroto Ketapang. Selain warga Paguyuban Jawa, sejumlah pedagang kaki lima memanfaatkan momentum tersebut mengais rezeki.
Menurut Suharto SE, Ketua Panitia kegiatan bahwa pagelaran wayang semalam suntuk dalam rangka ulang tahun Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang yang ke 20, yang bertepatan dengan peringatan 1 syuro 1951 tahun saka dan 1 Muharam 1439 H/2017.
“Ulang tahun Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang yang ke 20 juga sudah dilaksanakan pawai budaya paguyuban jawa,” kata Suharto SE dalam sambutanya.
Ia mengatakan Paguyuban Jawa cukup banyak di Kabupaten Ketapang yang tergabung dalam Pagayuban Jawa Kabupaten Ketapang. Pagayuban Jawa lokal dikatakannya sangat penting dalam memperkaya Pagayuban Jawa Kabupaten Ketapang.
Dikatakannya pawai budaya sudah dilaksanakan pada Hari minggu yang dilepas oleh Bupati Ketapang. Selanjutnya dilakukan sunatan masal yang dikuti 32 anak. Sebelum sunatan masal dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan ceramah agama oleh KH Habib Mahmud Alwi Al-Hadad.dan xilakukan pegelaran wayang kulit.
Setelah ketua Panitia menyampaikan laporan, kemudian Ketua Pagayuban Jawa Kabupaten Ketapang, Drs Suwigyo menyebutkan wayang semalam suntuk bertemakan ” Dengan semangat peringatan 1 syuro 1951 tahun saka kita wujudkan Kabupaten Ketapang yang maju dan sejahtera masyarakatnya”.
Seni pewayangan ini akan dimainkan Ki Dalang Ki Gondo Suharjo dari Blora. Selain itu ditampilkan juga kesenian karawitan oleh kelompok Krido Bekso Wiromo dibantu oleh warang gono dan sinden dari Blora.
Panjang lebar ia menyebutkan tujuan pelestarian budaya jawa termasuk mensukseskan visi dan misi Bupati berkaitan dengan kunjungan wisata.
Ia juga menyinggung rencana muscab Paguyuban jawa yang akan dilaksanakan pada bulan April tahun mendatang. Begitu juga harapan bagaimana Paguyuban Jawa berperan aktif dalam menjaga kerukunan etnis di Kabupaten Ketapang.
Tidak ketinggalan pula harapan kepada generasi muda untuk tidak terjebak pada bahaya narkoba serta mengingatkan untuk bersikap netral pada penghelatan Pilgub Kalbar 2018.
Selanjutnya, Bupati Ketapang yang diwakili Ir. JP Setyo Harnowo M.Sc, staf ahli Bupati Ketapang bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia memberikan semangat kepada masyarakat Jawa Ketapang.
Ia mengingatkan pentingnya komunitas jawa untuk selalu beradaftasi dengan budaya masyarakat setempat. Dimana Bumi Dipijak, Disitu langit dijunjung. Tak lupa ia mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu kedepan, Ketapang akan mulai dilirik industri. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri, salah satunya dengan industri budaya.
“Bupati menyambut baik acara ini, sebagai wujud pelestarian budaya jawa dan sekaligus menjadi sarana untuk menyatukan warga,” ujarnya.
Mantan Kadis Kehutanan Kabupaten Ketapang ini menekankan agar masyarakat harus lebih maju dalam pendidikan. Anak-anak kita harus lebih maju dari kita. Selain itu dipaparkan juga hubungan budaya sektor kepariwisataan di Kabupaten Ketapang dan lain sebagainya.
Penyerahan wayang dari Bupati Ketapang yang diwakili staf ahli Bupati kepada Ki Dalang Ki Gondo Suharjo, menandakan dimulainya pagelaran wayang semalam suntuk.(adv/dra)