
KETAPANGNEWS.COM – Musibah banjir yang terjadi di Kecamatan Jelai Hulu, Manismata dan Tumbang Titi Ketapang belum lama ini ditegaskan H Farhan SE MSi saat ini sudah tidak lagi terendam.
Selain bantuan penanganan bencana dari BNPB sebesar Rp 250 juta, maka Pemerintah Kabupaten Ketapang juga sudah mengajukan permohonan bantuan dana pemulihan.
“Kita ajukan Rp 10 miliar sekian sebagaimana kondisi di lapangan,” tegas Asisten II Setda Ketapang ini dalam rapat di pendopo Bupati Ketapang, Senin (18/9) siang.
Pemulihan kondisi lapangan, karena akibat banjir yang terjadi menyebabkan jembatan dan jalan rusak,, rumah hanyut, buku sekolah terendam dan hanyut dan lain sebagainya. Pengajuan dana siap pakai untuk pemulihan pasca bencana tersebut, mudah-mudahan dapat direalisasikan Pemerintah Pusat.
Kondisi tersebut juga sudah disampaikan langsung kepada salah satu direktur BNPB. Semua dokumen sudah diserahkan.
“Mudah-mudahan BNPB Pusat dalam waktu dekat akan datang untuk melakukan verifikasi,” kata mantan Kepala Bappeda Ketapang didepan para kepala SKPD.
Selain dana pemulihan bencana, Pemkab Ketapang juga sudah menyampaikan penanganan pasca bencana. Dari pengajuan dana yang sudah disampaikan, sekira masih ada yang belum terakomodir, disarankan kepada SKPD terkait untuk juga mengusulkan ke Pemerintah Pusat.
Demikian juga sekiranya usulan dana tidak terakomodir maupun ada kendala lain, maka mau tidak mau penanganan bencana tersebut disarankan untuk diusulkan pada APBD. Baik pada APBD perubahan 2017 maupun APBD murni 2018, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kondisi infrastruktur banyak yang rusak, hal ini mesti kita tindaklanjuti secara bijak,” tambah Drs HM Mansyur M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang.
Untuk diketahui, banjir yang terjadi di tiga kecamatan belum lama ini mengakibatkan sejumlah tempat tinggal terhanyut sehingga warga
kehilangan rumah. Selain itu, banjir juga kerusakan seperti jembatan penghubung antar kampung, rumah ibadah dan jalan antar kampung.(adv/dra)