
KETAPANGNEWS.COM – Sejumlah petani di Kabupaten Ketapang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Selain karena ribetnya cara mendapatkan, pupuk subsidi kadang tidak tersedia di penyalur.
Darto, satu diantara petani Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan mengaku kalau dirinya juga kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Kadang saat petani butuh, pupuknya tidak ada karena distributor tidak memiliki stok digudang mungkin karena takut pupuk tidak laku jadi tidak menstok digudang,” katanya, Kamis (7/9).
Ia melanjutkan, selain persoalan tersebut, pihaknya juga kadang bingung harus membeli pupuk bersubsidi dimana, lantaran jika harus menggunakan RDKK tentu memakan waktu untuk menunggu.
“Apalagi di desa-desa mana ada kios menjual pupuk bersubsidi, kalau ke distributor harus menggunakan RDKK, jadi mau tidak mencari di pengecer di kota Ketapang, pupuknya ada tapi tentu harganya lebih tinggi dari bersubsidi,” akunya.
Iapun berharap, kedepan pihak terkait dapat menyediakan kios-kios pupuk bersubsidi di tingkat desa sehingga petani dapat dengan mudah mendapatkan pupuk tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam karena harus pergi ke perkotaan.
Sementara PPL Desa Kalinilam, Ma’ad mengaku, kalau petani harus menyusun RDKK sebagai permintaan yang diajukan ke penyalur jika ingin membeli pupuk bersubsidi.Namun tentu kendalanya memakan waktu lama untuk realisasi permintaan petani melalui RDKK.
“Prosesnya lama bisa sebulan dari saat mengajukan RDKK, karena biasanya penyalur memesan dulu ke Pontianak jika mereka tidak tersedia stok pupuknya,” jelasnya.
Ia melanjutkan, para petani juga kesulitan membeli pupuk subsidi terutama petani diluar wilayah perkotaan, lantaran tidak adanya kios-kios sehingga petani harus merogoh kocek membeli pupuk di pengecer yang harganya jauh lebih tinggi dibanding subsidi.
“Pupuk subsidi memang susah, jadi solusinya beli ke pengecer, mau mengajukan RDKK juga ribet,” jelasnya.(dra)