
KETAPANGNEWS.COM – 171 guru honorer Kategori II mendatangi gedung DPRD Ketapang Senin (25/9). Kedatangan ratusan guru yang telah mengabdi lama ini menuntut kejelasan nasib mereka untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah Daerah Ketapang.Ratusan guru ini diterima Ketua DPRD Ketapang Budi Mateus dan Wakil Ketua Jamhuri Amir.
Ketua DPRD Ketapang Budi Mateus menegaskan, DPRD sudah membentuk Panitia Khusus (Pansus ) untuk mengusut masalah ini dan apa penyebab para guru ini tidak masuk menjadi CPNS.
“Ternyata hasil pansus ditemukan honorer K II ini ada masalah,” kata Budi dihadapan para guru.
Namun terkait permasalahan nama-nama guru sudah diusulkan DPRD ke Pemda untuk diusulkan menjadi CPNS.

“Bahkan nama-nama yang telah diusulkan tereliminasi tidak masuk dalam usulan pemerintah, bahkan ada nama-nama siluman yang muncul. Kalau pun mau dilanjutkan ke persoalan hukum kami mendorong itu,” tegas Budi.
Budi legislator yang terkenal tegas ini tetap mendukung perjuangan para guru yang terus memperjuangkan nasibnya.
“Nanti kita minta secara resmi kepada Bupati agar mencarikan solusinya, agar dibantu. Jangan merasa sendiri DPRD ada dibelakang kalian semua,” ucapnya.
Wakil Ketua DPRD Ketapang Jamhuri Amir juga mengungkapkan, ada temuan Pansus K II ini bermasalah.
“Kita sudah keluarkan Rekomendasi penuh kepada Bupati untuk menerima menjadi CPNS, teruslah berrjuang,” kata Jamuri menyemangati.
Sementara Seketaris PGRI Ketapang Rahmad Kartolo berharap dukungan yang kuat dari DPRD dan Pemda untuk menjadikan honorer K II ini Calon Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemkab Ketapang.(dra)