Sebelum Pabrik ISL Diresmikan, Ini Sejarah Perjalananya

MoU
Bupati Ketapang, Martin rantan SH saat menandatangani MoU antara Perusahaan dengan masyarakat yang didampingi Managemen BGA Group, Priyanto Puji Sulistio, Selasa (19/9).

KETAPANGNEWS.COM—Pabrik Kelapa Sawit Bukit Belaban Jaya Mill PT Santosa Prima Agro (ISL Group) yang juga merupakan anak perusahaan Bumitama Gunajaya Agro (BGA), Kecamatan Sungai Melayu Kabupaten Ketapang diresmikan, Selasa (19/9).

Peresmian yang ditandai dengan penekanan tombol sirine tersebut dipimpin langsung Bupati Ketapang, Martin Rantan SH didampingi manajemen BGA dan jajaran Forum Kominikasi Perangkat Daerah (Forkopimda).

Perwakilan Manajemen BGA, Priyanto Puji Sulistio, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang. Pasalnya, sejak peletakan batu pertama pada November 2016 lalu hingga peresmian PKS, Bupati selalu hadir.

“Peletakan batu pertama diletakkan oleh Bupati Ketapang, peresmian PKS pun juga diresmikan Bupati. Untuk itu, kami dari manajemen BGA mengucapkan terima kasih atas kesediaan waktunya,” ucap Priyanto Puji Sulistio.

Priyanto mengungkapkan, kehadiran PT ISL (BGA Group) dilingkungan Kecamatan Sungai Melayu melalui proses panjang. Dimana saat sebelum lelang, BGA didatangi masyarakat dari tim 10 dengan tujuan agar BGA mengikuti lelang.

Lantaran yakin hadirnya BGA hadir saat itu untuk ikut serta mengentaskan kesulitan yang dihadapi masyarakat Sungai melayu. Pada 8 April, BGA memutuskan untuk mengikuti lelang, dan hasilnya BGA menang.

Kendati demikian, meski telah dinyatakan menang lelang oleh Pengadilan, ternyata pabrik bekas PT Benua Indah Group (BIG) tersisa hanya tunggul. Tidak hanya itu, Hak Guna Usaha (HGU) areal inti juga dikerjakan oleh masyarakat.

Selanjutnya, hingga hari ini, diakui dia, masih ada areal HGU yang dikuasai oleh beberapa teman-teman lain dan perlu dibicarakan lebih lanjut.

“Bahkan, dengan pembayaran dari hasil lelang sebesar kurang lebih Rp 165 miliar pun, HGU kami juga tumpang tindih dengan perusahaan lain. Sehingga penuh pertanyaan apa yang menjadi kesalahan BGA sebagai pemenang lelang,” ungkap dia.

“Jika dilihat dari proses perjalanannya, tentu melalui proses panjang dan tidak mudah. Namun, pabrik ke 14 BGA yang diresmikan ini tetap berdiri berkat suport Pemda, Muspika serta masyarakat dan Koperasi yang memberikan dorongan,” timbalnya.

Dengan demikian, dibangunnya pabrik PKS ini, menurutnya juga belum tentu menjamin dalam meningkatkan pendapatan petani disekitar lingkungan pabrik jika tidak ada penataan lembaga petani yang betul-betul mewakili kepentingan petani.

“Untuk mewujudkan itu, harus ada penataan riil yang dilakukan secara bersama-sama, agar usaha petani tidak dinikmati segelintir orang. Jadi itu adalah perjuangan bersama, dan BGA akan bersama-sama seluruh masyarakat untuk mewujudkannya,” ujar pria berkulit putih ini.

Selain itu, BGA juga berkomitmen membangun Desa Sungai Melayu, sehingga dipandang perlu adanya Penandatanganan MoU antara Masyarakat dengan Perusahaan dalam mendukung  itu melalui suplai Tandan Buah segar (TBS). Tujuannya agar pengolahan pabrik kelapa sawit dapat berjalan secara berkesinambungan.

Selain menikmati adanya pabrik kelapa sawit, masyarakat Desa Sungai Melayu juga menikmati infrastruktur jalan yang dapat mengakses sebanyak 22 desa. Terlebih perbaikan jalan telah dilakukan satu tahun lalu oleh PT ISL bersama-sama masyarakat setempat.

“Semoga kehadiran PKS ini dapat membawa harapan baru bagi masyarakat setempat. Serta mampu merubah apa yang sudah terjadi selama ini,” harapnya.

Penandatanganan Prasasti
Penandatanganan Prasasti peresmian Pabrik PKS PT ISL oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, Selasa (19/9).

Sementara Bupati Ketapang, Martin Rantan mengapresiasi dibangunnya pabrik PKS PT ISL yang selesai selama 10 Bulan. Sehingga diharapkannya juga dibidang perekonomian dapat menopang penghasilan petani.  lantaran buah milik masyarakat eks petani pir trans Kelapa Sawit tidak lagi dijual ketempat jauh.

“Karena sudah ada pabrik di Sungai Melayu, petani tidak perlu repot lagi jual ketempat jauh. Namun dari BGA pun harus membeli sesuai aturan pemerintah Provinsi,” cetus Martin.

Ia menambahkan, pihaknya dari Pemkab tetap mendukung dan melakukan pembinaan. Agar proses pembangunan ekonomi yang bermuara dari rakyat ke pabrik dapat berjalan dengan baik.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi di lima Kecamatan, seperti Matan Hilir Selatan, Sungai Melayu Rayak, Pemahan, Tumbang Titi dan Tayap menjadi bertambah dari sebelum-sebelumnya,” pungkas dia.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.