
KETAPANGNEWS.COM—Sebanyak 1.314 Kepala Keluarga (KK) dari 17 Desa di Kecamatan Jelai Hulu Ketapang menjadi korban banjir. Meski tak terdapat korban jiwa dalam bencana banjir tersebut, namun kerugian materil mencapai miliaran rupiah.
“Untuk korban jiwa tidak ada, kalau korban harta ada tujuh rumah warga yang hanyut, tiga rumah rusak berat dan 16 rumah rusak. Perkiraan total kerugian miliaran,” kata Kepala Desa Tanggerang, Basri, Minggu (3/9) di posko paroki tanjung.
Kerugian materil yang mencapai miliaran, menurut Basri, diantara bangunan yang rusak terdapat salah satu bangunan walet yang baru satu bulan ikut tumbang.
Koordinator Posko Paroki Tanjung ini mengungkapkan, terhadap korban banjir di Jelai Hulu, saat ini bantuan sembako dari berbagai pihak cukup lumayan. Karena sejauh ini banyak pihak yang membantu. Diantaranya dari perusahaan Cargill, Sinarmas dan dari keuskupan serta rekan-rekan yang mampu.
“Jadi, kondisi sementara dari bantuan yang ada, khusus sektor hulunya sudah agak terpenuhi. Hanya saja saat ini yang masih terendam di Desa Asam Jelai,” ungkapnya.
Terhadap poskonya yang menjadi pusat penyaluran bantuan, dijelaskan dia, awal mulanya hanya untuk desa Tanggerang. Namun dalam perkembangannya ditingkatkan menjadi posko Paroki Tanjung. Sehingga, penyaluran bantuan yang disampaikan akan disalurkan ke para korban banjir.(absa)