Tikungan Desa Pelang Ingatkan Kejadian Mutilasi

Kades Pelang
Kepala Desa Pelang, Suandi saat diwawancara terkait suasana pasca terjadinya mutilasi di desanya, Selasa (26/9).

KETAPANGNEWS.COM—Dimutilasinya sepasang suami istri warga Desa Pesaguan Kiri Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Suharso dan Armaniah yang jasadnya ditemukan di Desa Pelang menyisakan suasana mencekam bagi masyarakat sekitar.

“Pasca kejadian di tikungan tajam dengan ditemukannya jasad yang kepala dan badannya terpisah, susana masyarakat sangat mencekam hingga dua sampai tiga bulan. Bahkan masyarakat yang mau lewat ditempat tersebutpun banyak yang takut, kecuali lewat secara bergerombolan,” kata kepala Desa Pesaguan Kiri Suandi Selasa (26/9).

Menurutnya, secara pribadi dirinya masih terngiang atas peristiwa tersebut. Pasalanya ia melihat langsung jasad korban dan tahu persis arah badan dan kepala. Sehingga ketika lewat ditikungan jalan itu menuju kantornya selalu ingat.

“Sewaktu melihat jasad korban, ketika lewat dijalan itu saya tergiang-giang dan selalu ingat kejadiannya. Karena saya masih ingat betul arah posisi kepala dan badannya meskipun sudah sangat lama,” ucap Suandi.

TKP Korban Mutilasi
Pelajar SMP sedang bersepeda melalui tempat ditemukannya korban mutilasi 7 tahun silam, Selasa (26/9).

Ia menceritakan, sewaktu kejadian di tikungan Desa Sungai Pelang, sekitar pukul empat lewat, tepatnya subuh hari, ia mendapat kabar bahwa ada kecelakaan. Dimana korban kecelakaannya antara badan dan kepalanya dalam keadaan terpisah.

“Mendengar itu, saya langsung turun ke lokasi. Sesampainya di lokasi ternyata sudah ada beberapa orang disekeliling  jasad korban serta terpasang lilin dekat kepala korban laki-laki. Kemudian saya menelpon pihak kepolisian untuk memberitahukan kejadian tersebut,” ceritanya.

Pada awalnya, dia mengaku belum mengetahui identitas korban adalah Suharso atau lebih dikenal Ujang Barso.

“Awalnya saya belum tahu siapa korban itu. Baru diketahui setelah hari sudah mulai siang. Ternyata dia adalah Suharso teman saya yang dalam kesehariannya selalu baik dan bertutur sapa baik,” akunya.

“Korban kami anggap sangat baik. Dulu sewaktu beliau menjadi supir oplet, kami berkawan akrab. Oranya sopan serta selalu berkata lemah lembut,” timpalnya.

Ia menambahkan, dulu pasca kejadian pernah dilakukan rekontruksi ulang oleh Kepolisian di tempat jasad ditemukan. Namun untuk kelanjutan, pihaknya selaku masyarakat  belum mengetahui sejauh mana prosesnya.

“Tinggal tindaklanjut kepolisian saja, sampai sejauh mana kita juga belum mengetahui lantaran merupakan kewenangan mereka. Namun masyarakat dan anak korban serta keluarga korban tentu meminta segera mungkin untuk menindaklanjuti serta mencari pelaku sebenarnya. Terlebih lagi kasus ini sudah sangat lama,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.