
KETAPANGNEWS.COM, Kendawangan—Komando Distrik Militer (Kodim) 1203 Ketapang secara resmi menggelar pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100 di Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan, Rabu (27/9) kemarin. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.
Bupati Ketapang, Martin Rantan SH mengatakan, pelaksanaan TMMD merupakan salah satu wujud kebersamaan membangun desa demi peningkatan perekonomian dan kesejahteran masyarakat. Kemudian, TMMD juga membantu Pemerintah Kabupaten dalam upaya mempercepat pembangunan di Desa.
Menurut Martin, kegiatan TMMD kenyataannya telah banyak memberikan penghargaan berharga. Terlebih menanamkan semangat gotong royong membangun Bangsa, dimana semua bahu membahu memberikan sumbangan pemikiran maupun Ide dan gagasannya.
“Disamping itu juga dapat memberikan sumbangan tenaga dan keterampilan. Termasuklah sumbangan material dan lain lain. Sehingga TMMD bukan semata-mata membangun sarana Fisik saja, tapi non fisik pun ikut terbangun didalamnya. Diantaranya semangat dan percaya diri masyarakat desa” kata Martin saat membuka TMMD, Rabu (27/9) kemarin.
Dengan demikian, membangun semangat dan percaya diri masyarakat, melalui TMMD juga tentu masyarakat dapat mengelola potensi yang dimiliki. Serta kesiap siagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi nanti, utamnay mengentaskan kemiskinan.
“Saya ingin rakyat kita sejahtera dan mandiri. Saya ingin rakyat punya daya tangkal dan daya cegah terhadap terhadap berbagai hal yang mengancam keutuhan bangsa. Jadikan desa kita maju, pelayanan dasar masyarakat komplit, SDMnya semakin berkualitas , kreatif, inofatif , berkarakter kebangsaan yang kuat,” harap dia.
Terhadap semua pihak yang mendukung, dirinya mengucapkan terima kasih dan apesiasi. Ia juga mengajak untuk melanjutkan pengabdian dan karya bakti pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada kegiatan TMMD ke 100 berlangsung selama sebulan tersebut melibatkan 250 orang dari TNI AD, Polri, Asistensi dan Penyuluh serta masyarakat. Adapun sasaran kegiatan berupa pembangunan jalan rabat beton, rehab gereja, pembangunan WC dan tempat wudhu misjid Nurul Huda, pembangunan jembatan dan pembuatan badan jalan.
Sementara itu untuk kegiatan non fisik berupa penyuluhan kerukunan umat beragama, wawasan kebangsaan dan bela negara. Kemudian penyuluhan pertanian perkebunan, kesehatan umum dan sunnatan massal.(adv/absa).