
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang, Martin Rantan SH mengungkapkan, pelaksanaan APBD perubahan tahun 2017 yang mencapai 2 triliun lebih merupakan aktualisasi Visi dan Misi Ketapang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera. Khusunya pada misi kedua yaitu meningkatkan infratstruktur daerah dengan menelan biaya cukup besar.
“Sekarang kita membuka akses termasuk jalan di kota kita lebarkan, dan berharap pada tahun 2018 semakin meningkat dan tahun 2019 akan tuntas semua, “ kata Bupati Martin Rantan.SH. usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Ketapang, Senin (9/10).
Kedepan, Bupati Martin berjanji pada tahun 2020 akan mengatur kembali supaya regulasi kegiatan kepemerintahan merata di segala bidang tidak lagi hanya terfokus untuk infrastruktur.
Terhadap pendapat enam fraksi yang disampaikan legeslatif, Bupati mengatakan bahwa pendapat fraksi adalah sesuai bahan masukan yang harus kita cermati, dan harus di akomodir dalam rangka pelaksanaan kepemerintahan di daerah ini.
“Seluruh pendapat fraksi akan kami kumpulkan dan akan di bahas dalam Tim SKPD untuk ditindak lanjuti ,“ jelasnya.
Sebelumnya, dewan Perwakilan Rakyak Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang menggelar rapat Paripurna tentang Penyampaian pendapat akhir fraksi, sekaligus pemberian persetujuan kepada Bupati Ketapang terhadap Perda APBD Perubahan Kabupaten Ketapang tahun 2017.
Rapat Paripurna DPRD Ketapang, yang dipimpin langsung Ketua DPRD Budi Matheus S.Pd, bersama unsur-unsur Wakil Ketua DPRD Ketapang dihadiri Bupati Martin Rantan SH, Sekda Drs HM Mansyur MSi, Forkopimda, SKPD, berlangsung di ruang sidang Paripurna Gedung DPRD Ketapang, Senin (9/10).
Enam dari tujuh fraksi yang ada di DPRD Ketapang memberikan tanggapan, masukan kritikan terhadap APBD Tahun 2017, antara lain Fraksi Golkar oleh Gusmani, Fraksi PAN oleh Elmantono, Fraksi Hanura Nasdem oleh Sukiman lodom. Fraksi Demokrad oleh Jhon Yangkim, Fraksi Gerindra Oleh Paulus Tan, sedang satu fraksi yang tidak memberikan tanggapan adalah Fraksi PPP.
Adapun komposisi Rancangan Perda APBD perubahan tahun 2017, sebagai berikut, pendapatan Rp. 1.985,216,544,292,73,- Belanja Rp. 2.078,057,761,871,91,- Devisit Rp. 92. 841,217,579,18, – Penerimaan pembiayaan Rp, 56.833,093,786,50, pengeluaran pembiayaan Rp. 5.732,340,000,00,- dan Pembiayaan Netto, Rp. 51.100,753, 786,50,- (dra)