
KETAPANGNEWS.COM—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Elamantono mengatakan, pembangunan di Kabupaten Ketapang belum merata, terutama pembangunan sampai ke desa-desa yang tersebar di 20 Kecamatan.
Selain itu, masih banyaknya aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui Bupati maupun Anggota DPRD melalui reses dan Musrenbang, masih banyak yang belum bisa diakomodir dengan baik.
Hal demikian disampaikan Elamantono pada pandangan akhir Fraksi dalam rapat Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan tahun 2017. Serta pemberian persetujuan penetapannya untuk diundangkan, Senin (9/10) di ruang rapat DPRD.
Selain itu, Legislatif dari Dapil enam ini meminta Kepada Bupati dan instansi terkait agar memberikan ruang dan mempermudah untuk masyarakat petani, nelayan, pemuda dan rumah ibadah. Lantaran tahun ini banyak masyarakat yang merasa kecewa karena aturan penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) dan hibah tidak dapat dilaksanakan.
“Fraksi PAN berharap kepada Bupati untuk dapat mempermudah dan mencari solusi serta kebijakan agar bantuan kepada petani nelayan, sarana dan prasarana olah raga, pembangunan rumah ibadah dapat dilaksanakan kembali,” pintanya.
Tidak hanya itu, ia mendesak agar Pemkab untuk serius dan bijaksana menanggapi aspirasi para honorer Katagori dua (K2) yang hingga kini mereka tetap memperjuangkan haknya.
“Untuk itu, kiranya Bupati dan instansi terkait dapat mengambil langkah positif untuk segera mengakomodir mereka kembali,” saran dia.
Kemudian, terhadap Relokasi, Pemda diminta lebih serius menangani rencana relokasi itu, terutama masalah syarat yang harus dipenuhi serta area pengamanan lokasi. Jangan sampai ada sengketa tanah dan lain sebagainnya.
Tidak kalah penting adalah, infrastruktur jalan dan jembatan menuju arah lokasi agar secepatnya diperbaiki dan jangan sampai bandara yang penuh sejarah dan kebanggaan masyarakat Ketapang berpindah ke daerah lain.(absa)