
KETAPANGNEWS.COM—Guna memenuhi kebutuhan beras, Divrei Bulog Ketapang terus melakukan berbagai upaya, diantaranya melalui pengadaan beras Komersil. Serta melakukan Mov Regional lantaran di Ketapang belum bisa memenuhi kebutuhan beras dari hasil petanian.
“Untuk memenuhi kebutuhan beras di Ketapang, kita melakukan dua cara, yakni pengadaan beras komersil dan beras PSO. Bahkan kita juga mendapat Mov regional atau mendapat kiriman beras dari Divrei Pontianak,” kata Kasi Pengadaan, Harga Pasar dan Pelayanan Publik Bulog Ketapang, Jarau Matun, Kamis (19/10).
“Sehingga, dengan mendapat Mov Region, ketersedian beras yang berada di gudang bulog 520 ton menjadi 1.270 ton. Lantaran mendapat kiriman sebanyak 750 ton,” timbal Jarau Matun.
Terhadap pengadaan beras PSO, khusu di Ketapang, diakuinya sementara ini tidak bisa diserap. Sebab sesuai Intruksi Presiden (Inpres) harganya Rp 7.300 per Kg belum terpenuhi. Ditambahlagi musim panennya sudah lewat dan hasilnya juga kurang banyak akibat terserang hama.
Sementara beras komersil dengan jenis premium dijual bebas kepada masyarakat dengan kisaran harga Rp 9.000 per Kg.
Selain itu, dalam mengatasi lonjakan harga beras di Ketapang, menurutnya untuk pengendalian harga bisa melaksanakan operasi pasar OPCBP ketika ada rekomendasi dari Tim Pengendali Inflasi Daerah. Diantaranya dari Polres, TNI, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pemda.
Kemudian, Jika harga melambung tinggi, pihaknya akan melakukan operasi pasar. Dimana harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni Rp 8.100 per Kg.
“Sehingga, jika terjadi lonjakan harga beras di Ketapang, misalnya tembus sampai 13 ribu atau lebih, maka kita akan lakukan operasi pasar sambil menunggu keputusan tim TPID dan rekomendasi dari Pemda,” ujarnya.(absa).