Program TMMD di Desa Kedondong Resmi Ditutup

Dandim 1203-1
Bupati Ketapang Martin Rantan menyaksikan penandatanganan oleh Danrem 121/Abw.

KETAPANGNEWS.COM—Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100 yang diselenggarakan oleh Kodim 1203 Ketapang di Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan resmi ditutup, Kamis (26/10). Penutupan ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Danrem 121/Abw.

Turut hadir dalam upacara penutupan, Bupati Ketapang Martin Rantan SH, Dandim 1203 Letkol Inf Riko Harianto, Wakil Ketua DPRD Qadarinnie, Pihak kepolisian, Camat Kendawangan serta tamu undangan.

Brigjend TNI Bambang Ismawanto dalam amanatnya mengatakan, TNI Aangkatan Darat (AD) mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia. Dimana melalui program TMMD TNI juga membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Tujuannya membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan. Hal tersebut sejalan dengan tema yang diangkat, yaitu “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

“Tema itu sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Bambang saat membacakan amanat Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono yang juga sekaligus penanggungjawab operasional TMMD.

Lebih lanjut, bambang menjelaskan, TMMD ke-100 pada tahun 2017 ini diselenggarakan selama satu bulan, mulai 27/9 sampai 26/10 2017 secara serentak di 52 titik di 52 Kabupaten/Kota. Tujuannya adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat Juang dan Kondisi Juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

Secara fisik, pada TMMD ke-100 ini, TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastruktur. Seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan, pengaspalan dan peningkatan badan jalan, pembuatan dan rehab jembatan, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pembangunan dan renovasi sekolah, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Serta pembangunan sarana sanitasi yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, TNI juga bekerjasama dengan Kementan RI melaksanakan berbagai pembangunan dalam rangka meningkatkan Kemandirian Pangan Nasional di 52 titik pelaksanaan TMMD. Yakni berupa pembangunan jaringan irigasi tersier dan pemberian bibit sesuai kebutuhan Satgas.

“Secara non fisik, TMMD merupakan momentum yang sangat baik untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong yang sudah mulai pudar didalam masyarakat kita. Lantaran tergerus dengan budaya hedonisme dan individualism,” jelas Bambang.

Selain itu, TMMD juga memperkuat Kemanunggalan antara TNI dan Rakyat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat. TNI meyakini bahwa kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI.

“Pada akhirnya diharapkan bahwa seluruh kondisi tersebut semakin memantapkan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional. Tentu guna menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ungkapnya.

Sementara untuk lebih merekatkan kemanunggalan TNI dan Rakyat serta mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan antara TNI dan Rakyat, maka Satgas TMMD ke-100 wajib tidur dirumah masyarakat dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan ULP Prajurit yang diberikan oleh Komando Atas.

“Sehingga Hal tersebut membuktikan bahwa TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan. Roh TNI adalah rakyat, karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan,” bebernya.

Kemudian, program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke-100 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh atau imunitas bangsa tersebut. Yang pada dasarnya telah melekat secara inherent pada diri bangsa dan terwujud dalam nilai-nilai luhur serta terangkum dalam falsafah hidup Pancasila.

Kebersamaan dan Kemanunggalan TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, baik dalam kegiatan fisik maupun non fisik, diharapkan dapat mengembalikan nilai-nilai luhur yang saat ini terasa semakin terkikis oleh arus globalisasi dan modernisasi, agar kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia dapat bertahan dari derasnya ancaman yang semakin sulit untuk diidentifikasi.

Selnjutnya, diakhir amanatnya, ia berpesan, pertama, pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan Rakyat dengan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Serta melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekeliling kita.

Kedua, tingkatkan semangat gotong royong yang merupakan salah satu dari nilai luhur bangsa Indonesia sebagai upaya menjaga imunitas bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, pelihara dengan baik hasil pembangunan program TMMD ke-100, baik fisik maupun non fisik, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama.

Keempat, laksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD ke-100 sebagai bahan perbaikan pada TMMDmendatang.

“Terakhir, kepada para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, pengabdian dan kerja keras yang telah kalian tunjukkan selama pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat selesai dengan baik, aman dan lancar. Segera kembali ke induk pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan,” pesannya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemda, masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TMMD ke-100 TA 2017 sehingga dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar. saya juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-100 ini, terdapat tutur kata maupun tingkah laku para prajurit yang tidak berkenan dihati masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menjelaskan TMMD besar manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya bentuk kemanggulan TNI dan rakyat, tetap juga menggelorakan kembali semangat gotong royong. Ini seiring dengan visi dan misi kepala daerah dalam membangun infastruktur dalam menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.

“Pemerintah daerah sangat mendukung, dan kita berharap kegiatan TMMD terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tegas Martin Rantan.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.