
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Martin Rantan SH melakukan kunjungan kerja ke desa Tanjungpura Kecamatan Muara Pawan, selain melakukan tatap muka dengan warga desa Bupati Martin Rantan, sempat melihat langsung situs situs sejarah berupa makam Raja raja Tanjungpura, lokasi pangkalan kapal, serta kolam pemandian puteri raja, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan uang tunai bantuan rumah ibadah untuk surau Al Magribi desa Tanjungpura Senin (18/11).
Bupati Martin Rantan SH mengatakan akan melakukan renovasi terhadap bangunan dan penataan kompleks Makam Raja Raja Tanjungpura, karena sebelumnya Bupati mengatakan pernah berkunjung di Makam makam raja termasuk Pangeran Sapu Jagat.
“Saat itu tercetus dalam ucapan saya jika terpilih menjadi Bupati maka kompleks makam ini akan kita bangun, “ kata Bupati seraya disambut tepuk tangan warga desa Tanjungpura.
Menurut Bupati makam raja- raja Tanjungpura merupakan situs sejarah yag ada di Ketapang selain yang ada di Keraton Matan Mulia Kerta, untuk mengingat sejarah maka nama Tanjungpura ini diabadikan menjadi nama Universitas Tanjungpura Pontianak, dan Kodam XII Tanjungpura di Pontianak.
“Makanya pejabat militer apakah Pangdam, Danrem, ataupun Dandim setelah menjabat akan berjiarah ke Makam raja-raja Tanjugpura, “ kata Bupati.
Dalam merawat dan melestarikan situs-situs sejarah ini menurut Bupati sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah dan Jajarannya dengan merenovasi kompleks makam sehingga menjadi situs sejarah dan budaya, serta menjadi obyek destinasi pariwisata.
“Sebagai Kepala daerah saya berkewajiban untuk memberikan pennghormatan kepada beliau- beliau yang telah mendahului kita karena telah membuat pemerintahan dijaman kerajaan kita teruskan dijaman republik ini,“ ujarnya.
Sementara poros jalan Sei Awan Kiri, Tanjungpura, Ulak Medang Muara Kayong Sepahan Tanah Merah kita tuntaskan hingga selesai dan juga melakukan renovasi kompleks makam raja raja Tanjungpura ini.
Menurut Bupati proyek tersebut merupakan prioritas pembangunan yang segera ditangani supaya masyarakat dari pantai pawan mudah aksesnya ke Ketapang, jika ada kondisi darurat melahirkan, warga yang sakit segera ditangani dokter tetapi karena jalan rusak bisa bisa tidak sampai ke Ketapang.
“Cuma dikarenakan biaya pembangunan di APBD terbatas maka pembangunan dilakukan secara bertahap, dari tahun 2017, 2018, 2019 dan ditahun 2020 pembangunan jalan ini tuntas sampai ke Tanah Merah,“ janji Bupati.
Sementara untuk pembangunan yang lain Bupati berpesan kepada kepala Desa Tanjungpura dan Mayak supaya dana desa dan Alokasi Dana Desa dapat digunakan meunjang jalan lingkungan untuk rabat beton dan sebagainya.(adv/dra)