
KETAPANGNEWS.COM-Pentas seni budaya, pameran dan musyawarah adat ke V Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang telah usai. Acara yang dimulai sejak 19 November lalu ditutup secara resmi oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan, di pentas seni dan budaya pada Sabtu (25/11) malam.
Acara penutupan dihadiri ribuan warga Ketapang. Tak hanya etnis Dayak, berbagai macam etnis hadir dalam penutupan tersebut. Bahkan, Bupati Ketapang, Martin Rantan, sebelum menyampaikan sambutannya meminta kepada seluruh perwakilan etnis di Ketapang untuk hadir ke atas pentas.
Martin mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk dari keharmonisan dalam keberagaman etnis yang ada di Ketapang.
“Kegiatan ini memang kegiatan DAD, tapi semuanya dipersilakan hadir. Saya menginginkan Ketapang harmonis dalam keberagaman etnis,” kata Martin disambut tepuk tangan meriah ribuan warga Ketapang.
Martin yang juga terpilih sebagai Ketua DAD Ketapang periode 2017-2022 mempersilakan kepada semua etnis di Ketapang untuk menggunakan pentas seni dan budaya yang ada di Jalan H Agus Salim tepat di samping pendopo untuk kegiatan seni dan budaya.
“Tak perlu lagi sewa-sewa hotel, di sini tempatnya untuk kita semua,” ajaknya.
Sebagai Bupati Ketapang, Martin mengajak kepada seluruh masyarakat Ketapang untuk bersama-sama membangun dan mendukung pemerintah guna mewejudkan Ketapang yang maju menuju masyarakat yang sejahtera. Karena tanpa dukungan dari masyarakat, pemerintah tak bisa berbuat banyak.
Lebih lanjut Martin menjelaskan, tak hanya membangun secara fisik, membangun mental dan moral jauh lebih penting. Dan semua itu tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, namun semua orang yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Martin yang juga diberikan kepercayaan untuk memimpin DAD Ketapang meminta kepada seluruh DAD kecamatan untuk menyampaikan hasil rapat kerja dan musyawarah di tingkat kabupaten. Namun, yang lebih penting adalah keikutsertaan DAD dalam mendukung pemerintah.
“DAD kecamatan adalah corong bagi pemerintah,” ujarnya.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah keterlibatan masyarakat untuk menjaga investor yang ada di Ketapang. Menurut Martin, dengan keberadaan investor perekonomian Ketapang terdongkrak. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mendukung dan menjaga investor.
“Tapi investor juga harus taat peraturan dan menjaga kearifan lokal,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Alexander Wilyo, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini hingga berjalan lancar dan sukses. Di antaranya pihak perusahaan yang mendukung kegiatan ini.
“Kegiatan ini berjalan lancar bukan semata-mata kerja panitia, tapi kerja keras semua pihak, termasuk pihak perusahaan,” kata Alex.
Selain menggelar pentas seni dan budaya, kegiatan tersebut dirangkai dengan pameran dan musyawarah adat untuk memilih Ketua DAD Ketapang periode 2017-2022. Martin Rantan menjadi satu-satunya calon dan akhirnya terpilih secara aklamasi. Untuk membantu kinerjanya, dipilih juga Ketua Harian DAD Ketapang yang diamanahkan kepada Heronimus Tanam.(adv/dra)