Lima Terduga Narkoba Diamankan Polisi

IMG-20171123-WA0004
Satnarkoba saat di konfirmasi wartawan.

KETAPANGNEWS.COM – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Ketapang berhasil meringkus lima terduga penyalahgunaan narkoba di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Ketapang. Bahkan satu terduga yang berhasil diamankan merupakan salah satu pegawai Lapas Kelas II B Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Narkoba Polres Ketapang, Iptu M Nasir mengatakan pihaknya pertama kali mendapat informasi mengenai aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, tepatnya di Jalan PLTD dikediaman Supandi dan Nanang.

“Pada Rabu sekitar pukul 01.15 WIB, kita lakukan penggerbekan, awalnya yang menjadi target Supandi, tapi saat penggerbekan kita berhasil mengamankan Dodi dan Bambang yang saat kejadian berada didalam rumah,” katanya, Kamis (23/11).

Ia melanjutkan, dalam penggerbekan tersebut tiga orang lainnya yang berada didalam rumah berhasil melarikan diri termasuk dua pemilik rumah yakni Supandi dan Nanang serta satu rekannya bernama Yudi. Namun pihaknya berhasil menemukan
barang bukti berupa 3 paket narkoba jenis sabu, satu timbangan elektrik dan satu bong didalam kamar Supandi.

“Saat ini kita masih lakukan pengembangan dengan memeriksa dua terduga yang diamankan dilokasi kejadian sambil kita lakukan pengembangan terhadap tiga terduga lainnya melarikan diri saat penggerbekan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, setelah berhasil mengamankan dua terduga dan beberapa barang bukti di Kelurahan Sukaharja, pada Rabu (22/11) sekitar pukul 06.30 WIB, pihaknya kembali mendapatkan informasi adanya aktivitas mencurigakan lainnya mengenai penyalahgunaan narkoba di Mess Borneo yang terletak di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan.

“Mendapat informasi kita lakukan pengawasan dan penggerbekan dan kita temukan 3 orang terduga atas nama Asri Munandar, Jumiati dan Kurnianto alias Nanang di dalam kamar nomor 1 di Mess Borneo,” akunya.

Ia mengaku, dari hasil penggerbekan tersebut pihaknya berhasil menemukan lima paket narkoba jenis sabu, sebuah timbangan dan bong didalam tas terduga Jumiati, yang mana dari hasil pemeriksaan sementara dua terduga yakni Asri Munandar dan Kurnianto alias Nanang kalau barang haram tersebut merupakan milik Jumiati.

“Pengakuan Jumiati memang benar itu barang miliknya. Terus sesuai keterangan Asri dirinya dalam 2 pekan terakhir baru 6 kali memakai narkoba bersama Kurnianto dan Jumiati. Untuk proses hukumnya saat ini kita masih terus lakukan pengembangajn termasuk melakukan tes urine dan menimbang barang bukti termasuk kasus pertama yang di Sukaharja,” akunya.

Ia menambahkan, kalau dari tiga terduga yang diamankan di Mess Borneo tersebut satu diantaranya yakni Kurnianto alias Nanang merupakan petugas Lapas Kelas II B Ketapang yang pada beberapa tahun lalu pernah ditangkap dan divonis dengan kasus narkoba.

“Pengakuan Kurnianto alias Nanang kalau dirinya masih aktif bekerja sebagai petugas Lapas Kelas II B Ketapang,” tuturnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Ketapang, Subakdo membenarkan kalau salah satu petugas Lapasnya diamankan pihak Satnarkoba Polres Ketapang, kebenaran tersebut setelah dirinya mengecek langsung ke Polres Ketapang

“Sebagai atasan saya mau mastikan benar atau tidak itu pegawai saya dan memang benar itu petugas saya, atas nama Kurnianto alias Nanang,” akunya.

Ia mengaku, dari hasil pengecekan pihaknya saat ini kasus tersebut masih dalam proses lebih lanjut dan untuk petugasnya sejak diamankan sampai hari ini tidak bertugas di Lapas Kelas II B Ketapang.

“Saya sudah laporkan kejadian ini secara lisan kemarin (Rabu-red) dan hari ini (Kamis-red) lewat tulisan sudah saya laporkan ke Kanwil,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk petugasnya tersebut jika memang terbukti bersalah akan kembali dirinya laporkan ke Kanwil agar dapat ditindaklanjuti termasuk mengenai sanksi yang akan diberikan.

“Kalau terbukti bersalah bisa saja sampai sanksi pemecatan,” tegasnya.

Ia mengaku akan terus melakukan pembinaan terhadap para pegawainya dan terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkoba agar hal serupa tidak lagi terjadi di Lapas Kelas II Ketapang.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi seperti ini. Ini terakhir,” harapnya. (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.