
KETAPANGNEWS.COM– PT Inti Sawit Lestari (ISL) BGA Group bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (DPPP) serta pihak terkait lainnya menggelar sosialisasi pembahasan kegiatan Replanting kebun Plasma PT ISL yang berada di empat Kecamatan di Kabupaten Ketapang. Dalam pembahasan tersebut pihak PT ISL berencana mengundang Presiden Jokowi pada Replanting tahun 2018 mendatang, di Aula Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (1/11).
Head Corporate PT BGA, Kamsen Saragih mengatakan rencana Replanting menurutnya karena sebelumnya tidak dirawatnya kebun-kebun yang ada mulai dari pemupukan dan lainnya sehingga tanaman yang dihasilkan menjadi lambat dan dibawah hasil kebun secara normal.
“Saya melihat tanaman yang ada bicara soal usia masih dalam batas normal, namun kelemahannya karena kebun-kebun ini dulu tidak dirawat. Jadi sejak kita menang lelang setahun hanya mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS-red) 8-9 ton padahal normalnya kalau kebun dirawat bisa mencapai 24-30 ton pertahun,” jelasnya Rabu (1/11).
Ia melanjutkan, dalam kondisi seperti ini pihaknya memutuskan untuk melakukan Replanting pada kebun inti, sehingga pihaknya berkorban selama 2-3 tahun tanpa produksi TBS namun setelah itu ketika Replanting dilakukan ditambah dengan pemberiaan bibit dan perawatan terbaik, managemen terbaik maka kebun akan berbuah secara normal dan menghasilkan TBS lebih banyak.
“Kebetulan kami melihat kebun plasma sama seperti ini, padahal ada 17.000 hektar lebih yang masuk dalam kawasan yang umur tanamannya bervariasi mulai sudah berusia 23 tahun hingga 25 tahun dengan kondisi tanamannya yang tidak terawat sehingga idealnya harus di Replanting,” katanya.
Ia mengatakan, karena dalam ukuran bisnis tidak menguntungkan lagi bila setahun yang dihasilkan seperti itu. Harapan kita pemilik kebun mau melakukan Replanting agar sama-sama memiliki masa depan dengan berpenghasilan lebih baik, dan ini rasa tanggung jawab moral kita mengajak untuk Replanting.
Saat ini menurutnya ada program pemerintah melalui Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) yang bisa membantu meringankan biaya Replanting bagi petani dengan membantu Rp 25 juta perhektarnya.
“Kebetulan saat ini ada peluang dan programnya masih ada, belum tentu dua tiga tahun program ini ada, ini kesempatan bagi masyarakat, sebab biaya normal Replanting kebun perhektar tiap tahunnya berubah sekitar Rp 62 juta belum bunga pinjaman di Bank, untuk itu dengan program bantuan Rp 25 juta perhektar tentu meringankan dan membantu masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, karena mau tidak mau petani juga harus melakukan Replanting nantinya sebab merupakan kebutuhan tanaman, dan saat ini kebetulan ada program tersebut yang tentunya dapat membantu kenapa tidak dilakukan.
“Jadi kalau tahun 2018 kalau ada 5.000 hektar yang siap di Replanting kita yakin bisa datangkan presiden ke Ketapang apakah untuk melakukan cerimonial atau memotivasi petani, karena Presiden pernah menegaskan akan datang ke Kalbar kalau ada kebun yang di Replanting hingga 4 ribu atau 5 ribu hektar, kalau memang tahun 2018 bisa dilakukan Replanting hingga 5 ribu hektar kita yakin bisa datangkan pak presiden ke sini,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, namun yang mendatangkan presiden sebenarnya bukan kita tetapi para petani yang memang mau mereplanting lahan mereka. Kalau presiden datang tentu dapat memberikan multi player effec bagi Pemda,.
Sementara Asisten II Setda Ketapang, Farhan menilai, kalau Replanting merupakan suatu hal yang memang harus dilakukan sebab dalam teknis perkebunan masa produktif ada waktunya, katakanlah masa produktif 25 tahun namun kondisi lapangan kebun ini misalkan sudah ada yang diatas 25 tahun, tentu tidak lagi produktif dan petani yang akan rugi sebab hasilnya sedikit.
Hal ini dilakukan supaya bisa menguntungkan, dengan demikian Replanting kebun menjadi sebuah keharusan dan keharusan ini diatur sebab bagaimanapun ada perusahaan inti sebagai apalis, sebab kebun plasma pasti tetap berhubungan dengan kebun inti.
“Peran pemerintah ada dalam hal ini, seperti adanya bantuan Rp 25 juta perhektar untuk masyarakat yang melakukan replanting. Contohnya kalau Replanting perlu biaya Rp 75 juta dengan adanya bantuan maka dapat mengurangi biaya yang ada oleh apalis membantu ke pihak perbankan. Jadi sebenarnya replanting ini seperti para petani membangun kebun baru yang mutlak harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik,” terangnya.
Untuk itu, tentu dalam hal ini Pemda mendukung jika memang untuk kepentingan masyarakat agar mendapatkan penghasilan lebih baik. (dra).