Bupati Ketapang Safari Natal di Marau

Safari Natal Kecamatan Manismata, Marau,Singkup, Air Upas di Pusatkan di Marau

disambutwargamarau
Bupati Ketapang safari Natal di Marau.

KETAPANGNEWS.COM Ditengah kesibukan kegiatan kemasyarakatan dan Pemerintah Daerah di akhir tahun 2018, Bupati Ketapang Martin Rantan SH bersama Wakil Ketua DPRD Ketapang, Junaidi SP, M.Si melakukan Safari Natal sekaligus kunjungan kerja ke Kecamatan Marau, Sabtu (16/12).

Safari Natal yang dilaksanakan Bupati Ketapang sekaligus menyerahkan tali kasih natal berikut bantuan dari pemerintah daerah kepada Gereja di Kecamatan Marau, Singkup, Air Upas dan Manismata. Safari Natal dipusatkan di depan Kantor Camat Marau, Minggu siang itu dimulai dengan siraman rohani Pastor Paroki Romo Nedi.

Ia mengupas tema esensi dari Natal, serta cinta kasih. Karena Pator Nedi mengajak kita semua yang ada di wilayah Ketapang menciptakan kedamaian. Menginginkan kedamaian, kata Pastor Nedi tentu diharapkan semua orang, karena Damai Sejahtera sebagaimana diajarkan Yesus Kristus.

Untuk memberikan rasa kedamaian itu, ia mengucapkan dipengaruhi dari berbagai faktor baik dalam diri kita maupun dari pihak luar. Pengaruh dari diri kita itu misalnya egois, rasa cemburu dan lain sebagainya. Sedangkan faktor dari luar misalnya adalah bencana. Pastor Nedi mencontohkan bencana bagaimana gempa yang terjadi di Jawa Barat memerlukan kepedulian kita semua. Kepedulian terhadap bencana tidak melihat suku maupun keyakinan. Pastor Nedi mengajak mengajak marilah kita memberikan kedamaian. Karena kedamaian untuk kita semua. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang sudah hadir melakukan Safari Natal di Kecamatan Marau.

Selanjutnya, Camat Marau Drs Monri mengucapkan selamat datang kepada Bupati Ketapang dan Wakil Ketua DPRD Ketapang ke Kecamatan Marau. Bagaimana kondisi Kecamatan Marau, dikatakan camat bahwa Bupati
Ketapang bisa melihatnya. Dalam pelayanan pemerintahan, mereka juga sudah melakukan pelayanan sebaik mungkin termasuk perekaman data kependudukan. Kondisi di Kecamatan Marau semuanya berjalan aman dan
kondusif. Semuanya berjalan dengan baik.Terkait pelaksanaan safari Natal dilaksanakan di depan Kantor camat Marau, karena sampai saat ini kondisi gedung serba guna masih belum layak, dan diharapkan tahun-tahun mendatang mendapat perhatian pemerintah daerah.

Seterusnya Bupati Ketapang memberikan bingkisan tali kasih kepada Gereja Kanak Kanak Yesus Kecamatan Marau, Gereja JKI Agape Maranatha Kecamatan Air Upas, Gereja Stasi Hati Kudus Yesus Kecamatan Singkup dan Gereja GBMI Kecamatan Manismata.

Setelah itu, Bupati Ketapang, Martin Rantan menegaskan sesuai rencana ia akan melakukan kunjungan ke Marau bersama Ketua TP PKK Ketapang. Namun, pada hari yang bersamaan, Ketua TP PKK Ketapang sedang dilakukan HKG TP PKK di Ketapang. Sesuai dengan amanat Presiden RI, bahwa dalam pelaksanaan tugas kepala daerah harus diutamakan kegiatan keagamaan. Dalam kunjungan kedua di Kecamarau Marau ini, Bupati Ketapang, usai mengikuti kegiatan di Marau, pada hari minggu dirinya akan hadir dalam pengukuhan hakim MTQ di Ketapang.

Kesempatan safari Natal atau Tour De Natal ke Marau, Bupati Ketapang menanggapi aspirasi camat terkait gedung serba guna. Bupati memastikan pada tahun 2019 sudah akan dialokasi dana. Sedangkan untuk tahun 2018, APBD sudah dilakukan ketuk palu. Sehingga tidak memungkinkan penganggaran di tahun 2018. Apalagi, kondisi wilayah Kabupaten Ketapang yang cukup luas sementara dana APBD terbatas.

“Disini juga hadir Bapak Junaidi SP, M.SI Wakil Ketua DPRD Ketapang yang juga panitia anggaran,” papar Bupati Ketapang.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur, ditegaskan Bupati Ketapang akan dilakukan secara berkelanjutan. Jika wilayah Marau, kondisi infrastruktur masih belum sama dengan Nanga Tayap, dan sekitarnya.

Dijelaskan mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar bahwa ruas jalan Nanga Tayap-Pemahan-Tumbang Titi-Tanjung-Marau-Manismata merupakan ruas jalan kewenangan pemerintah propinsi Kalbar. Saat ini pembangunan sudah dilakukan sampai ke Tumbang Titi, dan berlanjut ke Tanjung. Kemudian akan berlanjut ke Marau sampai Manismata.

“Saya sudah bicara dengan Gubernur Kalbar, dan tahun depan akan terus berlanjut sampai ke Kecamatan Marau, pembangunan infrastruktur ini penting menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Martin Rantan SH.

Dalam pembangunan perlu ada keseimbangan antara perkotaan dan pedalaman. Walaupun anggaran terbatas, dimana APBD ketapang sekitar Rp 1,9 trilyun. Setelah pembiayaan yang sifatnya wajib, maka untuk pembangunan di segala bidang hanya sekitar Rp 700 milyar. Untuk wilayah perkotaan sedang difokuskan pelebaran jalan dan pembenahan drainase. Sedangkan wilayah pedalaman fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar wilayah. Pembangunanya yang sifatnya skala prioritas, maka dilakukan secara bertahap, serta perlu sinergis antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. Peran dunia usaha ini sangat penting, salah satunya melalui CSR perusahaan.

Karena itu dalam membangun di daerah, khususnya di wilayah Marau dan sekitarnya Bupati Ketapang meminta agar masyarakat, pemerintah Kecamatan dan perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang harus tetap kompak dan saling mendukung.

Bupati Ketapang memaparkan bagaimana saat ini pemerintah sedang gencar membangun di segala bidang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Di kabupaten Ketapang tidak hanya difokuskan pada perkebunan sawit, namun saat ini sudah ada investor yang membangun industri. Seperti pengolahan partikel kayu, pengolahan ubi untuk lem, tapioka dan alkohol. Hal tersebut dilakukan pemerintah dalam keseimbangan pembangunan di wilayah Kabupaten Ketapang.

Dalam pembangunan perkebunan sawit, kepedulian terhadap masyarakat sekitar dinilainya sangat penting. Bahkan selama ini sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan perusahaan, tentang plasma khusus dan plasma
mandiri. Artinya, dalam sebuah kawasan kebun sawit, tidak hanya kebun sawit milik perusahaan semata. Karena itu, keberadaan perusahaan dan masyarakat harus saling bekerjasama dan kompak.

“Perusahaan harus tetap kita dukung supaya untung supaya maju, tapi masyarakat juga diperhatikan sehingga terjadi sinergitas dalam ekonomi, sehingga ada peran pemerintah, peran perusahaan dan peran masyarakat,” tegas Martin Rantan.

Ia menyebutkan masyarakat tidak boleh musuhi perusahaan, begitu juga perusahaan juga tidak boleh musuhi masyarakat. Disebutkannya, kita harus sama-sama bangun daerah ini. Kalau kita kompak bangun daerah ini,Martin yakin visi Bupati membangun Ketapang maju dan sejahtera bisa dilaksanakan.

Untuk meningkatkan kekompakan, Bupati Ketapang mengingatkan pentingnya menjaga rasa aman dan kondusif di wilayah. Saling mendukung dalam berbagai kegiatan akan menjadikan situasi wilayah yang kondusif. Melalui momentum safari Natal atau tour De Natal tahun 2017, Bupati Ketapang mengharapkan kekompakan dan meningkatkan persatuan sehingga ketapang tetap kondusif dan damai terus dilakukan.(adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.