Fakta Sebenarnya Atas Ditudingnya PT LSM Gusur Kuburan

Makam di Dusun Tanah Merah
Awak media bersama Kepala Desa Sungai Kelik beserta perangkat desa dan Mantan Kades ketika melihat langsung kondisi pemakaman di Dusun Tanah Merah, Rabu (27/12).

KETAPANGNEWS.COM—Terhadap beredarnya kabar tentang adanya penggusuran makam warga oleh PT Ladang Sawit Mas (LSM) BGA Group di Wilayah 8A, Dusun Tanah Merah, Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap Wilayah 8a dibantah warga setempat. Bahkan secara tegas mereka menyatakan bahwa tidak pernah terjadi penggusuran oleh siapapun.

Hal demikian diungkapkan Kepala Dusun Tanah Merah, Komensyah, Rabu (27/12) ketika ditemui awak media Ketapang di Desa Sungai Kelik. Menurutnya, hingga kini kuburan tersebut masih ada dan tetap dirawat.

“Oleh sebab itu, kita di sini (sungai kelik-red) tidak mengetahui dimana letak kuburan digusur seperti yang beredar itu. Karena di Dusun Tanah Merah, tidak ada kuburan lain lagi selain kuburan yang sudah di Enclave oleh tim pembebasan lahan PT LSM sejak masuk kesini,” ungkap Komemnsyah.

Bahkan, dikatakannya, diluar lahan yang sudah Enclave dan dibawah pabrik pun memang tidak ada kuburan. Sehingga pihaknya pun merasa kebingungan soal kuburan yang digusur, serta disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kita tidak tahu dimana posisi kuburan dimaksud itu. Yang jelas begini, kita lihat saja kelapangan, sesuai atau tidak poto yang beredar itu dengan poto dilapangan,” ajaknya kepada awak media.

Menurutnya, tudingan adanya penggusuran oleh PT LSM terhadap kuburan di Dusunnya tidak benar. Sehingga jika ada yang ingin mempermasalahkan, dirinya meminta untuk mengecek langsung.

Terlebih, kuburan itu sudah lama dan ada sejak dibawah tahun 1945.

“Tempat itu (pemakaman-red) biasa kita sebut pedukuhan. Sebab menurut cerita nenek saya dulu, tempat itu merupakan pengungsian orang dahulu saat diserang jepang. Saya tahu karena saya salah satu pewaris yang dipemakan itu ada makam para tetua kami,” terangnya.

“Jadi, perlu saya tegaskan kembali, bahwa memang tidak ada penggusaran kuburan oleh PT LSM. Sampai saat ini saat ini kuburan itu masih ada dan tetap dirawat secara baik,” pungkasnya.

Mantan Kepala Desa Sungai Kelik, Saprol menuturkan, oknum masyarakat Sungai Kelik penyebar poto diyakininya 100 persen tidak mengetahui silsialah pemakan tersebut. Ditambah lagi, oknum itu bukan merupakan penduduk asli setempat.

“Yang mengetahui itu adalah kami, saya dan termasuk pak Komensyah (kadus tanah merah-red). Sebab kami adalah salah satu pewaris dari anak, cucu, cicit, yang para orang tua kami telah dikubur disitu,” tutur Saprol.

Terkait adanya diberitakan oleh salah satu media, dirinya mengaku merasa sakit hati. Lantaran menuding PT LSM pelakunya. Namun, setelah dicek, ternyata tidak ada penggusuran. Kemudian dalam berita itu disebut hanya diduga yang sumbernya adalah Sandi selaku Kadus Kelik Tua.

“Perlu saya klarifikasi bahwa Sandi itu bukan Kepala Dusun, yang kepala dusun adalah istrinya. Hendaknya harus lebih teliti dan sesuai fakta dalam menyampaikan berita kepada masyarakat. Jujur saja saat ini kami resah atas berita itu,” imbuhnya.

Sementara, Ketua RT 13 Dusun Tanah Merah, Ismar mengatakan, kalau masalah kuburan memang benar seperti yang sudah di Enclave kan sejak masuknya PT LSM.

“Kita penduduk asli disini, kita tahu persis. Intinya tidak pernah terjadi penggusuran kuburan oleh PT LSM seperti yang diberitakan,” tambahnya.

“Disitu merupakan kuburan nenek dan datuk kami. Kalau ada yang menggusur tanpa sepengetahuan, tidak dimediakan pun kami bertindak. Tapi kan ini tidak ada,” timbalnya.

Guna memastiakn kebenaran permasalahan itu, sekitar pukul 17.00, awak media bersama Kepala Desa Sungai Kelik, Mantan Kepala Desa, Kadus Tanah Merah, Mantan Kadus Kelik Tua, Tokoh Masyarakat Kelik Tua, Ketua RT 13 Dusun Tanah Merah dan beberapa tokoh masyarakat melakukan observasi dilapangan.

Saat dilakukan pengecekan ke pemakaman Khabirul Mahrusah Binti Sultan Mujahidin di Dusun tanah Merah, ternyata pemakaman seperti dikabarkan telah digusur masih dalam keadaan utuh dan tidak ada tanda-tanda telah digusur.

Bahkan pagar dari pemakaman itupun masih tertancap rapi berwarna kuning. Berdasarkan informasi dari yang ikut observasi, poto yang disebar oknum itu berada disamping pemakaman. Dimana disamping pemakaman ada sedikit bekas gusuran.

Namun, mereka memastikan bahwa itu bukan kuburan. Lantaran tidak mungkin ada kuburan yang berada diluar pagar.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.