
KETAPANGNEWS.COM—Puluhan warga dari Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan bersama Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) mendatangi kantor PT Well Harvest Winning Alumina Refeneri (WHW AR), Minggu (24/12).
Kedatangan warga dan FPRK tersebut sebagai bentuk protes terhadap pelabuhan milik PT WHW AR. Lantaran mereka menduga bahwa pelabuhan itu menjadi penyebab hancurnya 10 rumah penduduk yang berada dibibir pantai Dusun Sungai Tengar.
Ketua FPRK, Isa Anshari mengatakan, sebelum mendatangi kantor WHW AR, terlebih dahulu kita melakukan pengecekan terhadap Abrasi pantai kelokasi bersama warga. Tujuannya untuk melihat kondisi rumah yang hancur.
“Ternyata benar, saat kita cek memang ada 10 rumah penduduk yang kondisinya hancur akibat dihantam ombak,” kata Isa Anshari, Minggu (26/12)
Menurutnya, kejadian itu disinyalir akibat pemecah ombak pelabuhan milik WHW AR yang dibangun sepanjang 200 Meter dari bibir pantai ke Laut. Sehingga menjadikan tekanan ombak lebih besar ketika sampai dipinggir pantai dan berdampak pada rumah warga.
“Jadi atas dasar laporan warga ke kita (FPRK-red) dan pengecekan di lapangan, saya ikut mendapingi warga mendatangi kantor WHW AR guna menyampaikan persoalan ini,” terang Isa.

Ditambahkannya, selain pelabuhan, pihaknya juga menyoroti dampak lingkungan yang banyak terjadi di sekitar pabrik WHW. Bahkan hal demikian menjadi perhatian serius.
Salah satu warga setempat, Zulkifli Bakar mengungkapkan, sebelum berdirinya perusahaan WHW, pihaknya belum pernah mengalami kejadian demikian. Terlebih lagi sampai hancurnya beberapa rumah warga.
“Sudah puluhan tahun kami tinggal disini, tapi kami tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Oleh karenanya, ini tidak bisa dibiarkan, sebab kalau dibiarkan, Disun Sungai Tengar bisa raib ditelan arus air laut,” ungkapnya.
Atas kejadian yang diduga pemicunya adalah pelabuhan, pihaknya meminta pertanggungjawaban kepada perusahaan tambang itu selama satu minggu sejak datangnya mereka ke WHW AR.
“Kami hanya memberikan waktu kepada managemen WHH satu minggu. Jika nantinya mereka abai tentang ini, jangan salahkan kami kalau menutup pelabuhannya,” ancamnya.
Sementara pihak WHW sendiri masih belum dapat dihubungi. Maskipun awak media sudah mengkonfirmasi ke via Whats App (WA) dan Hand Phone ke Pubilc Relation, Hen Roliya WHW AR terkait persoalan tersebut. Namun hingga kini belum ada balasan, saat ditelphon pun tidak diangkat.(absa)
keberadaan whw selama ini sangat membantu masyarakat, seharusnya jangan langsung menjadikan whw sebagai penyebabnya kalau belum ada fakta yang betul2 real.
sbaiknya sih jangan lgsg menyimpulkan kalau bukti data dan faktanya masih kabur, dipastikan dulu.. bahkan whw aja langsung meneliti lebih lanjut abrasi yg terjadinya