Adat Dayak Bentuk Kearifan Budaya Lokal

PT HKI Resmikan KBS Secara Adat

Adat
General Manajer Estate Stenly H. Tambunan memotong buluh dengan mandau untuk masuk ke gedung baru KBS PT HKI yang diresmikan secara adat.

KETAPANGNEWS.COM, Pangkalan Batu – Tampak empat lelaki tua lengkap dengan pakaian khas adat Dayak dengan penuh wibawa dan nuansa sakral. Satu dari bapak-bapak tua itu mulai berjalan dan kemudian tiba didepan halaman sebuah gedung yang cukup megah diantara tanaman pohon-pohon karet, ia kemudian pada alas yang telah disediakan duduk bersila berhadapan bersama lelaki-lelaki tua lainnya yang tampak sangat khusyuk bersahaja.

Mereka memulai melihat sekitar dengan penuh makna, sambil ia membuka beberapa perlengkapan dan bahan untuk menyiapkan sesuatu yang sepertinya sangat sakral. Iya benar, mereka adalah para demung adat yang diundang perusahaan PT. Hutan Ketapang Industri (Sampoerna Agro, Tbk) Kamis (25/1) kemarin untuk meresmikan sebuah gedung pusat kendali operasional dan supporting perusahaan yang disebut sebagai Kantor Bersama (KBS).

Matahari semakin meninggi pagi dan sebagian awan mendung semakin mendekat, tampak sorot mata seorang Demung Adat tertuju pada pusat sang Surya dan kemudian dengan segera, memerintahkan para anggota Demung untuk menyelesaikan persiapan bahan dan alat ritual.

Di pimpin oleh pak Jambon, kemudian pak Kadar, pak Mensumi dan pak Tikim beranjak dari tempat bersilanya seraya berteriak jika diartikan dalam bahasa Indonesia “sudah waktunya, ayo segera kita mulai saudara..”

adat
Prosesi adat dayak untuk meresmikan gedung baru KBS PT HKI.

Tepat pukul10.00 WIB, irama alunan musik tradisional mengiringi suara mantra-mantra yang keluar dari komat-kamit para Demung, sehingga suasanapun menjadi hikmat. Satu persatu para pimpinan perusahaan PT. HKI dimulai dari pak Juha Anttila (Director Planning), pak Stenly H. Tambunan (General Manajer Estate), pak Budi Sukendra (General Manager Development), pak Suhadi Tholib (Social Manager Wil. I) dan pak Teguh Prasetyo (Manager BGE) diberikan ritual tolak bala sebagai runtutan ritual awal sebelum ritual “nganjan”, ritual “bakeliling tolak mali”, pemasangan tolak bala pada gedung dan pembukaan gerbang ritual (“buluh muda) sebagai puncak ritual untuk membuka dan meresmikan gedung baru.

Tahapan demi tahapan ritual telah dilalui sampai pada akhirnya prosesi puncak ritual ada yaitu pemotongan gerbang adat dengan Mandau (senjata tajam khas Dayak) yang oleh pemimpin ritual ditunjuk bapak Stenly H. Tambunan untuk menjadi “panglima” pemegang Mandau sekaligus pemotong batang bambu (buluh muda) yang dihiasi untaian janur kuning.

Dengan iringan musik tradisional dan bacaan-bacaan mantra ritual oleh para Demung, pada waktunya Mandau dihunuskan dari sarungnya dan siap menebas batang bambu tersebut. Diawali dengan beberapa gerakan dan tarian khas Dayak, setelah mendengar bisikan dari Pimpinan demung dan dukun ritual bapak Stenly kemudian dengan sekali tebas memotong batang bambu tersebut. Diwarnai dengan sorak-sorai para Demung, warga sekitar dan seluruh karyawan PT. HKI, rombongan ritual masuk ke gedung baru tersebut dengan penuh suka cita.

Dengan telah diresmikan secara adat, besar harapan bagi seluruh petinggi dan karyawan perusahaan serta warga sekitar PT. HKI bahwa dengan telah berdirinya KBS bisa memberikan nilai yang tinggi bagi kemajuan dan produktifitas perusahaan sehingga mampu memberikan dampak positif berupa kesejahteraan dan peningkatan ekonomi yang lebih baik.

Tidak ada kendala dan gangguan apapun dalam setiap proses produksi dan kerjasama yang baik dengan masyarakat sekitar demi mewujudkan visi dan misi perusahaan. Semuanya dapat tercapai dengan baik tanpa hambatan yang berarti.

Kegiatan tersebut diatas adalah salah satu wujud bahwa sebagai salah satu perusahaan pengelola hutan produksi yang terdepan, PT. HKI sangat mengakui dan menghargai kebudayaan lokal serta adat istiadat setempat untuk terus membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Hal ini juga telah dituangkan dalam visi dan misi perusahaan khususnya misi ke-4 yaitu “ikut berpartisipasi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar secara lestari,”.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.