
KETAPANGNEWS.COM – Kejaksaan Negeri Ketapang menggelar Natal bersama, Senin (15/1) yang dihadiri ratusan jemaat. Dalam Natal bersama kejaksaanmengusung tema ” Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu” (kolose 3 : 15a).Sedangkan sub tema adalah Cinta Kasih Membawa Perdamaian dan Persaudaraan.
Menurut Rustam EP Simarmata, Ketua Panitia pelaksana bahwa dengan penganut keyakinan yang sedikit diantara personil kejaksaan, maka hampir tidak mungkin menggelar Natal Bersama di tempat tersebut. Karena itu, digelarnya natal bersama di Kejaksaan Negeri Ketapang akhirnya menimbulkan dua pertanyaan.
Pertanyaaan pertama, mengapa Kejaksaan Negeri Ketapang melakukan Natal bersama sementara personilnya yang beragama Kristiani hanya sekitar 7 orang.
“Sebenarnya ini inisiatif Kejari, nanti Kejari yang akan jawab,” kata Rustam EP Simarmata.
Pertanyaan kedua adalah dari mana dana Perayaan Natal Bersama. Ia menuturkan, untuk sebuah kebaikan maka banyak yang membantu. Ia mencontohkan dari 70 undangan yang dicetak, ternyata yang hadir bisa ratusan orang. Artinya, dari rencana tersebut banyak yang respon positip.
Kepala Kejaksaan Ketapang, Joko Yuhono menjelaskan, apa yang disampaikan Rustam EP Simarmata, diadakannya Natal Bersama di Kejaksaan Ketapang merupakan bentuk rasa cinta pribadi untuk menumbuhkan kebersamaan dan persaudaraan.
Jika selama ini, ia selalu menghadiri berbagai kegiatan, maka akan sangat berbeda sekali jika kegiatan dilakukan di lingkungan kejaksaan Ketapang. Dengan dilaksanakan kegiatan di lingkungan kejaksaan, maka ada kebersamaan dan persaudaraan.
Hal seperti itu juga dilakukan ketika Kejaksaan Negeri Ketapang juga menggelar Imlek Bersama tahun lalu. Dalam perayaan Natal di Kejaksaan diusung sub tema “Cinta Kasih membawa perdamaian dan persaudaraan”. Mengapa tema ini diusung?
Disebutkan Joko Yuhono, tahun ini dan tahun kedepan adalah tahun politik. Karena itu, jangan sampai agama menjadi alat politik. Dimana, agama dijadikan dasar untuk melahirkan kekerasan, kebencian dan lain sebagainya.
“Kalau kita mau jujur, agama ini mengajarkan tentang cinta. Tidak ada agama mengajarkan kebencian, Inti sebuah agama adalah cinta,” kata Joko Yuhono.
Lebih lanjut Kejari Ketapang menyebutkan agama yang mengajarkan kedamaian. Apapun agamanya, cintalah menjadi landasannya. Karena itulah, dalam menjalankan perintah agama, kita harus menumbuhkan rasa
cinta dengan manusia. Kita terlahir karena cinta. Apapun yang kita lakukan di alam semesta karena didasari cinta. Dengan cinta kita hidup untuk saling mengenal.
“Hal Ini merupakan kehendak Tuhan,Cinta memerlukan pengorbanan,” ujarnya.
Ia memaparkan satu persatu salam dalam setiap agama. Dimana artinya damai. Tidak ada agama yang mengajarkan pertumpahan darah. Semua menginginkan kedamaian. Tetapi banyak cerita orang mengatasnamakan Tuhan, padahal Tuhan tidak menginginkan kekerasan, Tuhan menginginkan kedamaian. Jadikanlah agama ini sebagai pusat cinta, bukan sebagai senjata. Kalau agama dijadikan pusat cinta maka akan menyalalah kedamaian dalam persaudaraan.
“Terima kasih kepada semua yang telah memabntu sehingga acara berjalan sukses,ini bukan semata-mata acara kejaksaan tapi milik semua masyarakat Ketapang,” ucapnya.
Selanjutnya Kejari menyerahkan bingkisan Natal kepada perwakilan umat Kristen Katholik dan Protestan.
Sementara Bupati Ketapang yang diwakili Ir JP Setio Hernowo MSc menyampaikan permohonan maaf dari kepala daerah yang tidak bisa hadir. Semula Bupati Ketapang akan hadir, namun karena kakak ipar Bupati Ketapang meninggal dunia.
Staf ahli Bupati Ketapang memohon jemaat mendoakan agar mendiang kakak ipar Bupati Ketapang di terima disisi Tuhan.
Lebih lanjut disampaikan, dari perayaan Natal bersama di Kejaksaan Ketapang semoga dengan kesucian Natal memberikan makna agar Ketapang mendapat perubahan semakin maju dan sejahtera.
“Semoga Perayaan Natal memberikan kedamaian kita semua, sehinga dapat meningkatkan kebahagiaan
antara umat Kristiani dengan pemerintah, dan seluruh masyarakat Ketapang,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Ketapang.
Dilanjutkannya dalam perayaan Natal, pesan itu harus terpatri setiap umat Kristiani. Tidak hanya direnungkan, tapi tercermin pada perilaku sebagai insan yang beriman.Melalui Natal, diarahkan untuk pembelaan pada nilai-nilai universal, sehinga membawa perubahan dalam proses pembangunan di Kabupaten Ketapang yangh sedang berjalan.
Disebutkan staf ahli, bahwa pemerintah memberikan perhatian pada kerukunan umat beragama. Selain itu, ia mengajak umat Kristiani menjadi pribadi yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Selain itu para pemuka agama dan masyarakat juga diajak untuk mempererat tali silaturahmi.
“Semoga perayaan natal memberikan kedamaian kita semua,” tuntasnya.(dra)