Manajer PT Cargill Bantah Hiburannya Buat Resah

PT Cargill
Manajer Kemitraan PT Cargill, Rajali saat menjelaskan aktivitas hiburan dilingkungan perusahaannya, Sabtu (27/1) malam.

KETAPANGNEWS.COM Puluhan Warga dari RT 26 Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan mendatangai kantor perwakilan PT Cargill Ketapang, Sabtu (27/1) malam sekitar pukul 20.00 Wib.

Kedatangan warga tersebut lantaran dilingkungan kantor perusahaan itu ada aktivitas hiburan, sehingga membuat “bising”. Serta tidak adanya pemberitahuan ke RT setempat.

Saat dikonfirmasi, Manajer Kemitraan PT Cargill, Rajali membenarkan kalau hiburan yang dilaksanakan pihaknya tidak memberitahukan ke RT setempat. Lantaran ia beranggapan hiburan tersebut acara keluarga (internal perusahaan-red), sehingga tak perlu izin.

“Ini hanya acara hiburan biasa. Karena ada salah satu karyawan PT Chargill berhenti, dan besok akan pulang ke Jakarta. Maka dibuatlah hiburan untuk perpisahan, itupun secara internal perusahaan. Yang hadirpun hanya kurang lebih 30 orang saja,” jelas Rajali, Sabtu (27/1) malam.

Terhadap datangnya warga mempertanyakan aktivitas hiburan, ia mengucapkan terima kasih karena sudah mengingatkan. Terlebih lagi keberadaan kantor Cargill ditengah masyarakat.

“Kita tidak nilai kedatangan warga itu jelek, justru kita ucapkan terima kasih karena sudah mengingatkan. Namun kalau dikatakan kegiatan kita meresahkan, saya berplfikir agak gimana. Tapi kalau dianggap meresahkan itu pandangan mereka,” ujarnya.

Sementara terkait kekhawatiran adanya kegiatan lain seperti miras dan asusila, ia memastikan tidak ada. Karena yang datang dalam acara itu semua orang perusahaan, bahkan level manajer up.

“Jadi saya bisa pastikan tidak ada kegiatan menyimpang. Karena acara seperti ini sering kita buat dikebun ketika ada karyawan yang berhenti,” akunya.

Sebelumnya, saat ditanya salah satu awak media tentang hiburan membuat “resah”, Rajali sempat protes. Lantaran hiburan yang dibuat pihaknya baru kali kedua di lingkungan kantor perwakilan Cargill.

Ia beralasan, kata “resah” kalau aktivitas hiburannya setiap hari dan bulan. Sehingga tercetus bahwa dirinya tidak setuju kalau diberitakan, bahkan tidak mengijinkan memuat berita.

“Hak bapak untuk meliput, tapi kami sebagai yang diliput kami tidak berkenan ini dipublikasikan,” ketus Rajali kepada salah satu awak media.

Namun, protes tersebut tak berlangsung panjang lebar setelah salah satu warga memotong pembicaraan itu. Hingga akhirnya melunak dan dapat diwawancara.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.