Bupati Tegaskan Ruas Jalan Tumbang Titi-Tanjung Mendesak Diperbaiki

tinjau jalan sekirtar desa mahawa dan desa kekurak....ruas jalan tumbang titi -tanjung (2)
Bupati Ketapang bersama kadis PUTR Ketapang dan Kepala SOPD Ketapang meninjau kerusakan ruas jalan Tumbang Titi-Tanjung.

KETAPANGNEWS.COM – Kerusakan ruas jalan propinsi Kalimantan Barat yang menghubungkan Kota Kecamatan Tumbang Titi-Tanjung Kecamatan Jelai Hulu ditinjau Bupati Ketapang, Martin Rantan SH bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ketapang Donatus Gasa, Jum’at (2/2) malam. Peninjauan dilakukan dalam perjalanan kunjungan kerja ke Kecamatan Marau tersebut terpantau sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Mengatasi kerusakan yang cukup parah, Pemkab Ketapang melalui pihak pemerintah kecamatan melakukan kordinasi dengan beberapa perusahaan perkebunan setempat untuk mengatasi kerusakan jalan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan membantu kerusakan jalan dengan menggerakkan alat berat. Tampak beberapa titik terparah dilakukan perbaikan oleh alat berat perusahaan.

Menurut Kepala PUTR Kabupaten Ketapang, Donatus Gaza bahwa ruas jalan ini merupakan ruas jalan propinsi Kalimantan Barat. Ruas jalan ini vital digunakan Masyarakat wilayah Tumbang Titi, Jelai Hulu, Marau, Air Upas Manismata dan sekitarnya untuk menuju Kota Ketapang. Sedikitnya ada 10 titik yang mengalami kerusakan dan mendesak diatasi. Perbaikan ruas jalan ini sementara diatasi melalui program CSR.

Sesuai arahan Bupati ketapang, Pihak Dinas PUTR Kabupaten Ketapang akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemprop Kalbar dalam mengatasi ruas jalan ini. Ditambahkan Bupati ketapang walaupun ruas jalan ini merupakan ruas jalan Pemprop Kalbar, namun Pemkab Ketapang harus tetap mengambil langkah mengatasi kerusakan jalan. Karena ruas jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Pentingnya langkah-langkah mengatasi ruas jalan Tumbang Titi-Tanjung, kembali ditekankan Bupati Ketapang dalam sosialisasi APBD 2018, dan arahan Bupati Ketapang pada Pra-Musrenbang di Kecamatan Marau, 3 Februari 2018.

Dalam pertemuan ini dihadiri Camat Marau, Jelai Hulu, Manismata, tumbang Titi, Pemahan, Sungai Melayu Rayak, Air Upas dan Singkup. Dalam mengatasi ruas jalan ini, Bupati meminta kepala bidang Pembendaharaan Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Ketapang untuk berkoordinasi dengan Kepala BPKAD dan Kadis PUTR Kabupaten Ketapang bagaimana mencari uang untuk membiayai jalan Tumbang Titi-Tanjung.

Walaupun ruas jalan jalan Tumbang Titi-Tanjung merupakan kewenangan Pemprop Kalbar. Jika tidak melanggar aturan, dipikirkan bagaimana sekiranya Pemkab Ketapang melakukan pinjaman ke Bank Kalbar. Kemudian pembayaran bisa dilakukan dengan APBD APBD 2019.

“Jadi systemnya kita MoU (memorandum of Under standing) dengan Pemerintah Propinsi, Kepala Dinas PUTR juga akan ke Dinas PU Propinsi berkoordinasi apakah ada anggaran propinsi untuik ruas jalan Tanjung pada tahun 2019 kalau tidak ada, kita harus mengambil langkah,” tegas Bupati ketapang, Martin Rantan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Camat Tumbang Titi dan Camat Jelai Hulu yang sudah mengurus ruas jalan Tumnbang Titi-Tanjung. Demikian juga camat Marau yang sudah koordinasi dengan perusahaan melalui dana CSR perusahaan. Dalam mengatassi ruas jalan Tumbang Titi-Tanjung, walaupun ruas jalan ini sebagian besar di wilayah Tumbang Titi diharapkan saling koordinasi dan kerjasama antara para camatTumbang Titi, Marau, dan Jelai Hulu. Sehingga dapat saling membantu.

“Kalau ada alat perusahaan, tolong diarahkan keruas jalan sana, karena terlalu banyak titik-titik yang krusial,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar ditanyakan terlebih dahulu ke Dinas PU propinsi Kalbar, apakah tersedia anggaran Pemprop Kalbar di tahun anggaran 2018. Mantan anggota DPRD Propinsi Kalbar ini menuturkan, pembangunan ruas jalan Nanga tayap-Pemahan-Tumbang Titi yang sudah selesai dikerjakan selama ini dilakukan dengan multiyears. Kalau multiyears tidak bisa melebihi masa jabatan gubernur.

Karena itu, pada masa transisi ini, Bupati ketapang khawatir tidak ada ada kelanjutan anggaran untuk menangani ruas jalan Tumbang Titi-Tanjung. Karena itu, perlu diatasi dengan belanja hibah antara pemerintah kabupaten ke pemerintah propinsi.

“Tolong Pak Marwan (Kadis Kominfo Ketapang,red) diterangkan, beliau ini pernah jadi kabag keuangan yang ketika itu, ruas jalan Ketapang-Kendawangan dan Batu Tajam-Sungai Melayu ditangani,” ucap Bupati Ketapang.

Selanjutnya kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ketapang yang pernah menjadi Kabag Keuangan Setda Ketapang menerangkan bahwa beberapa tahun lalu pernah dialokasi anggaran sekitar 120 milyar mengatasi dua ruas jalan yang dimaksud. Anggaran peningkatan jalan pemprop Kalbar tersebut masuk dalam belanja barang dan jasa barang yang diserahkan ke masyarakat. Untuk membangun ruas jalan tersebut terlebih dahulu dilakukan MoU dengan Pemprop Kalbar.

Sebelum mengalokasikan anggaran, terlebih dahulu dilakukan penelitian terhadap ketersediaan dana pemprop Kalbar, dana CSR dan dana Pemkab Ketapang. Hal ini penting dilakukan supaya tidak terjadi tumpang tindih pengalokasian anggaran. Walaupun jalan dibangun dengan dana Pemkab Ketapang, asset diserahkan ke Pemprop Kalbar.(adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.