
KETAPANGNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang telah membentuk kepanitian untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan datang ke Kabupaten Ketapang tahun ini. Kedatangan presiden Republik Indonesia (RI) guna meninjau langsung program padat karya yang dilakukan di Kabupaten Ketapang.
Wakil Bupati Ketapang, Suprapto membenarkan adanya rencna kedatangan Presiden Joko Widodo tersebut. Menurutnya kedatangan tersebut lantaran Kabupaten Ketapang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat mewakili Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai daerah yang program padat karyanya akan ditinjau oleh Presiden.
Menurutnya,sebelumnya Kementrian Desa menghubungi Pemdes Ketapang sebagai perwakilan Kalbar yang akan didatangi presiden Jokowi untuk melihat program padat karya sekaligus kunjungan kerja.
Ia menjelaskan, menindaklanjuti informasi tersebut, pihaknya telah melakukan persiapan diantaranya dengan membentuk kepanitian daerah yang nantinya akan berkoordinasi dengan panitia provinsi dan panitia pusat dalam kegiatan ini.
“Kepanitian sudah terbentuk terdiri dari Forkompimda, Intansi-instansi, perusahaan dan lainnya,” jelasnya
Ia mengatakan, nantinya kepanitian yang sudah dibentuk akan berkoordinasi dengan panitia tingkat provinsi dan juga panitia tingkat pusat lantaran banyak hal yang akan dikomunikasi dan koordinasikan baik untuk memastikan kapan waktu kedatangan Presiden maupun lokasi desa yang akan dipilih Presiden sebagai tempat peninjauan program padat karya itu sendiri serta penambahan program yang direncanakan.
“Saya sudah minta Kadis Pemdes untuk menyiapkan 10 profil desa
yang diantaranya berada di Kecamatan Delta Pawan, Sandai, Tumbang Titi, Simpang Dua dan beberapa kecamatan lain,” ujarnya.
Yang mana nanti lanjut Wabup, akan disepakati satu desa yang akan menjadi lokasi kegiatan kunjungan presiden sedangkan sembilan desa lainnya dihari yang sama juga tetap melaksanakan kegiatan desa seperti membangun jalan, jembatan menggunakan sistem padat karya.
Ia menjelaskan, kegiatan padat karya sendiri program membangun desa dengan sistem memberdayakan masyarakat setempat dan digaji menggunakan dana desa yang dimiliki setiap desa.
“Selain kegiatan peninjauan padat karya ada juga beberapa kegiatan dibawa oleh kementrian seperti kementrian PUTR, Kesehatan, Sosial lantaran ada lintas kementrian yang ikut datang,” katanya.
Menurutnya Pemkab Ketapang juga berencana menambah beberapa kegiatan termasuk diantaranya kita sudah koordinasi dengan BPN agar bisa melakukan penyerahan sertifikat PTSL kepada masyarakat Ketapang juga yang sebelumnya waktu kedatangan Presiden ke Pontianak ada penyerahan 7 ribu sertifikat PTSL untuk Ketapang.
“Sisanya 7 ribu diharapkan bisa kembali diserahkan saat kunjungan presiden ke Ketapang,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejak Indonesia merdeka maka baru ini pertama kalinya Presiden RI akan hadir di Ketapang sehingga pihak Kabupaten akan berusaha membuat persiapan matang dan memanfaatkan momen ini agar bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Ketapang.
Wabup berharap dengan kedatangan presiden memberikan dampak positif bagi Ketapang diantaranya presiden dapat membantu dalam pembangunan infrastruktur yang selama terkendala soal anggaran APBD Ketapang yang terbatas.
“Terlebih di Ketapang sudah ada beberapa ruas jalan nasional yang kita harapkan dapat kembali dilanjutkan. Termasuk membantu pembangunan pelabuhan dan lainnya demi kemajuan Ketapang,” pungkasnya.(dra)